Melirik Prospek Usaha Budidaya Ikan Air Tawar di Gampong Kubang

·
Melirik Prospek Usaha Budidaya Ikan Air Tawar di Gampong Kubang
Muammar Rizal, 30 tahun, lulusan SMK PP Ladong, Aceh Besar, 13 tahun silam, telah menggeluti budidaya ikan air tawar di Gampong Kubang, Kemukiman Garot Tungkop, Pidie selama dua tahun. Usaha itu ia kembangkan pada sepetak tanah 20 x 20 meter dengan empat petak kolam. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Muammar Rizal, 30 tahun, lulusan SMK PP Ladong, Aceh Besar, 13 tahun silam, telah menggeluti usaha pembudidayaan ikan air tawar di Gampong Kubang, Kemukiman Garot Tungkop, Pidie, selama dua tahun. Usaha itu ia kembangkan pada sepetak tanah 20 x 20 meter. Ada empat petak kolam di sana.

Saat sinarpidie.co menyambangi ke kolam ikan miliknya, Sabtu, 13 Juli 2019, ia sedang mengisi air kolam. “Airnya sudah kotor, jadi harus diganti airnya. Kalau tidak diganti proses pertumbuhan ikan terganggu, bahkan bisa mati” kata dia.

Jenis ikan yang dibudidayakan pada tiap-tiap kolamnya berbeda-berbeda. Untuk kolam ikan nila, luas kolamnya 15 x 18 meter dan jumlah bibit yang disebar sebanyak lima ribu ekor.

“Masa panen semenjak sebar benih sekitar 4 bulan. Untuk kebutuhan pakan selama 4 bulan itu menghabiskan 20 sak/30 kg pakan. Rp 300 ribu per sak. Dalam sehari pemberian pakan dilakukan dua kali, pagi dan sore,” katanya lagi.

Kemudian, sekitar seribu ekor ikan gurami dibudidayan pada kolam seluas 4 x 10 meter. Masa panen ikan ini mencapai 9 bulan dan menghabiskan sekitar 10 sak pakan.

Selanjutnya, 500 ekor ikan gabus dibudidayakan dalam kolam seluas 6 x 20 meter.

“Ikan gabus tersebut menghabiskan pakan sekitar 5 sak dalam tiga bulan,” kata Muammar Rizal.

Lalu, di kolam berukuran 6 x 20 meter, terdapat seribu ekor ikan mas dengan masa panen sekitar 3 bulan dan menghabiskan 10 sak pakan.

Baca juga:

Harga jual keempat jenis ikan ini saat telah dipanen bervariasi. “Kalau ikan gurami harganya Rp 50 ribu per kg, ikan nila Rp 15 ribu per kg, ikan mas Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kg, ikan gabus Rp 50 ribu per kg,” ujarnya lagi.

Bibit-bibit ikan tersebut ia beli di Medan, Sumatera Utara dan Batee Iliek, Kabupaten Bireun.

“Bibit ikan gurami diambil di Medan dengan harga Rp 1.600 per ekor, ukuran 2 inci dan bibit nila diambil di Batee Iliek dengan harga Rp 200 per ekor. Di tempat kita padahal ada Balai Benih Ikan (BBI) Keumala, namun sudah tidak diurus lagi saya dengar. Kalau ada benih di daerah sendiri kan lebih mudah lagi kita peroleh bibit, serta lebih dekat,” sebut Muammar.

Saat panen tiba, para pengepul datang ke kolamnya untuk membeli ikan-ikan tersebut. []

Komentar

Loading...