Diduga Titipan Oknum Kecamatan

Masyarakat Padang Tiji Pertanyakan Program SIAPGAM

·
Masyarakat Padang Tiji Pertanyakan Program SIAPGAM
Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co--Sebagian perangkat gampong di Kecamatan Padang Tiji mempertanyakan salah satu program gampong yang dianggarkan dalam APBG tahun anggaran 2019, yakni aplikasi SIAPGAM.

“Program tersebut belum pernah disosialilasikan pada keuchik sebelumnya, sehingga terkesan program titipan orang kecamatan,” kata salah seorang warga yang tak ingin ditulis identitasnya, pekan lalu.

Keuchik Gampong Tuha Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, Martunis, tidak sepakat dengan program aplikasi SIAPGAM, ini. Menurutnya, ada program lain yang lebih mendesak untuk dikerjakan.

“Gampong kami tidak ada program ini pada tahun ini dalam APBG, karena menurut hasil musyawarah warga gampong kami, program tersebut belum butuh,” kata dia, Sabtu, 15 Juni 2019.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Forum Keuchik Kecamatan Padang Tiji, yang juga Keuchik Gampong Buloh Peudaya, M Saleh.

“Gampong saya sendiri tidak memasukkan program aplikasi SIAPGAM ke dalam APBG, karena masih banyak program lain yang mendesak. Kemudian, ketakutannya akan berbentur dengan pihak desa lain yang berujung pada konflik tapal batas gampong,” katanya.

Menurutnya, terlalu dini untuk saat ini membicarakan soal batas batas desa melalui aplikasi.

“Butuh proses dulu untuk beberapa hal yang perlu disiapkan. Lebih  baik kita fokus yang sudah diatur dalam ketentuan Perbup,” sebutnya.

Camat Padang Tiji, Zainal SSos saat diwawancarai sinarpidie.co, Senin, 17 Juni 2019 mengatakan, para keuchik di kecamatan tersebut belum mengerti tentang program aplikasi SIAPGAM ini, tapi secara pemerintahan hal itu diperlukan, untuk keperluan adminsitrasi surat-menyurat gampong.

“Kita menganjurkan saja, tapi itu kewenangan gampong. Keuntungannnya semua data gampong ada di dalam aplikasi itu, termasuk administrasi dan surat-menyurat di gampong,” katanya, Senin, 17 Juni 2019. “Program aplikasi SIAPGAM ini dikerjakan oleh pihak ketiga. Setelah teken kontrak nanti dengan keuchik, pihak ketiga akan mengajari operator desa untuk mengoperasionalkan aplikasi ini.”

Dalam dokumen yang diperoleh sinarpidie.co, terdapat empat items kegiatan dalam kegiatan pembuatan dan pengelolaan jaringan/instalasi komunikasi dan informasi lokal gampong atau SIAPGAM: Pembangunan sistem administrasi keuangan gampong Rp 11.700.000, penyusunan profil gampong Rp 3.100.000, pengelolaan website gampong Rp 3.500.000, dan pelatihan TTG atau penggunaan hasil TTG Rp 2.599.000.

Untuk diketahui, di Kecamatan Padang Tiji terdapat 64 gampong. Hingga 17 Juni 2019, baru 8 gampong yang sudah mencairkan dana desa, sementara sisanya masih dalam proses pencairan. []

Komentar

Loading...