Mantan Keuchik di Muara Tiga Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi Dana Desa, Ini Uraian Kerugian Negara dalam Kasus tersebut

·
Mantan Keuchik di Muara Tiga Divonis 4 Tahun Penjara karena Korupsi Dana Desa, Ini Uraian Kerugian Negara dalam Kasus tersebut
Sumber ilustrasi: medcom.id.

sinarpidie.co— Mantan Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, M Daud Syafari, divonis Pengadilan Tipikor Banda Aceh dengan hukuman 4 tahun penjara pada 5 Februari 2018 lalu. Berdasarkan salinan putusan Nomor 50 /Pid.Sus-TPK/2017/PN Bna yang dihimpun sinarpidie.co, M. Daud Syafari terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa supaya tetap ditahan dengan denda Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidair selama 6 (enam) bulan. Membebankan Uang Pengganti sebesar Rp. 232.970.331,- (dua ratus tiga puluh dua juta sembilan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus tiga puluh satu rupiah) kepada terdakwa dengan ketentuan apabila uang pengganti tidak dibayar dalam jangka waktu selama 1 (satu) bulan sesudah putusan Pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti tersebut…,” demikian petikan salinan putusan Nomor 50 /Pid.Sus-TPK/2017/PN Bna.

Kegiatan yang tidak dilaksanakan, sebagaimana tertera dalam rincian APBG tahun anggaran 2016, namun seluruh dana telah ditarik oleh M. Daud Syafari, mantan Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga, antara lain Belanja Modal Operasional Kantor dengan kerugian Negara sebesar Rp 15.714.000; Pengembangan sistem administrasi dan informasi gampong dengan kerugian Negara sebesar Rp 4.405.448; Kegiatan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat dengan kerugian Negara sebesar Rp 1.156.000; Kegiatan pelaksanaan dakwah maulid dengan kerugian Negara sebesar Rp 6.700.000; Kegiatan pelatihan kelompok PKK dengan kerugian Negara sebesar Rp 2.375.000; Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi simkeudes dengan kerugian Negara sebesar Rp  3.080.000; Bidang tak terduga dengan kerugian Negara Rp 10.497.533.

Lalu, Kegiatan yang tidak dibayarkan atau disalurkan sebagaimana dalam rincian APBG tahun anggaran 2016 namun seluruh dana telah ditarik M. Daud Syafari, mantan Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga antara lain: penghasilan tetap dan tunjangan (penghasilan tetap keuchik dan perangkat gampong dan tunjangan keuchik dan perangkat gampong) dengan kerugian Negara Rp 8.250.000; Operasional Perkantoran dengan kerugian Negara Rp  500.000; Penyusunan RPJM 2016-2021 dengan kerugian Negara Rp 2.350.000; Penyusunan RKPG dan APBG 2016 Rp 700.000; Bidang Pelaksanaan pembangunan gampong Ops TPK Rp 4.197.000; Kegiatan Pembangunan Jalan Baru (Upah kerja + bahan + alat - Ops TPK) dengan kerugian Negara Rp 52.905.000; Kegiatan rehab meunasah (Upah kerja + bahan + alat dan Ops TPK) dengan kerugian Negara Rp 26.763.000; Kegiatan pembuatan jalan rabat beton dengan kerugian Negara Rp 2.770.000; Kegiatan pengelolaan poskedes/polindes dengan kerugian Negara Rp 6.000.000; Bidang pembinaan kemasyarakatan Rp. 8.640.000; kegiatan transport raskin dengan kerugian Negara Rp 1.860.000; Snack + minum majelis taklim Rp 600.000; Kegiatan pelatihan tupoksi TPG dengan kerugian Negara Rp 2.211.000; Pembinaan kelompok budidaya ikan bandeng dengan kerugian Negara Rp 20.200.000; Kegiatan bulan suci ramadhan dengan kerugian Negara Rp  3.000.000.

Baca juga:

Selanjutnya, sisa dana APBG tahun anggaran 2016 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan namun seluruh dana telah ditarik oleh M. Daud Syafari, mantan Keuchik Gampong Mesjid, Kecamatan Muara Tiga,  antara lain Operasional Perkantoran dengan kerugian Negara Rp 8.547.850; Operasional Tuha Peut Gampong dengan kerugian Negara Rp 1.498.500; Operasional Tuha Peut Gampong Rp  5.909.000; Penyusunan RKPG dan APBG 2016 dengan kerugian Negara Rp.1.560.000; Bidang pemberdayaan Kemasyaratan Rp 2.222.000; dan Kegiatan peningkatan kapasitas aparatur gampong TPG dan LKM dengan kerugian Negara Rp 12.645.000.

Kemudian, pajak atas belanja APBG 2016 belum disetor ke rekening kas Negara yaitu, PPN dan PPH 22 sejumlah Rp 32.718.023. Singkatnya, total kerugian atas belanja APBG 2016 termasuk pajak sejumlah Rp 265.688.354. []

Komentar

Loading...