Manfaatkan Sawah, Peternak Itik di Pijay bisa Raup Untung Rp 70 juta per 3 Bulan

·
Manfaatkan Sawah, Peternak Itik di Pijay bisa Raup Untung Rp 70 juta per 3 Bulan
Memanfaatkan lahan pertanian untuk budidaya itik sebelum musim tanam. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co –Menggeluti usaha peternakan itik sejak awal 2019, nasib Muliadi, 37 tahun, dan Iskandar, 29 tahun, warga Gampong Kuta Glumpang, Kecamatan Meurudu, Pidie Jaya, dapat dikatakan mujur. Dengan modal Rp 27 juta, dua peternak itik ini dapat meraup keuntungan Rp 70 juta per tiga bulan.

"Tidak banyak bibit itik yang kami beli dan pelihara. Cuma 3000 ekor saja. Satu bibit harganya Rp 6.500. Kami beli di Medan, diantar langsung ke tempat," kata Muliadi kepada sinarpidie.co, Sabtu 20 Juli 2019. "Modal untuk beli bibit itik sebanyak 3000 ekor Rp 19.500.000. Ditambah pakan 10 zak untuk seminggu dan obat-obatan Rp 8 juta.”

Kata dia lagi, itik-itik tersebut hanya seminggu sekali diberikan pakan yang dicampur dengan obat-obatan. “Selanjutnya kita lepas ke sawah sampai bisa dipanen. Lokasi sawah yang lembab dan tidak sedang ditanami padi oleh warga kita manfaat sebagai lahan budidaya. Di sawah kan banyak pakan alami. Cacing dan sisa padi,” kata Muliadi lagi.

Rata- rata masa panen itik antara 2,5 bulan hingga 3 bulan. Tapi, kata Muliadi, tidak semua itik dapat tumbuh sempurna.

“Sebab, beberapa itik bisa saja terkena virus mata biru yang mengakibatkan kebutaan, sehingga berpengaruh terhadap proses pencarian makanan di sawah. Kemarin, dari 3000 ekor, yang tinggal cuma 2.600 sekian,” katanya.

Saat panen, harga itik tersebut dijual Rp 40 ribu per ekor. "Untuk laba jika dikira dua kali lipatlah, karena kita hitung rata-rata saja. Modal per bibit yang kita keluarkan dan pakan selama 6 hari kita menghabiskan Rp 15 ribu per itik. Itu sudah maksimal. Sedangkan harga jual itik saat panen, per ekor, Rp 40 ribu," sebutnya.

Baca juga:

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Fajar Nunis, 26 tahun. Pemuda Gampong Mesjid Ulim, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, ini juga beternak dengan cara memanfaatkan areal sawah.

"Di mana sawah yang kosong di situ saya lepaskan itik. Ketika sawah di Ulim sudah mulai tanam padi, saya bawa ke sawah ke Ulee Glee. Intinya di mana pun sawah kosong saya manfaatkan," kata Fajar Nunis, Sabtu, 20 Juli 2019. 

"Tiga bulan masa panen. Saya sendiri ambil seribu ekor bibit. Keuntungan kurang lebih Rp 23 juta sekali panen," katanya. []

Komentar

Loading...