Kunjungi Rutan Kelas II B Sigli, Dirjen PAS: Tim Investigasi Internal Masih Selidiki Kasus Kerusuhan

·
Kunjungi Rutan Kelas II B Sigli, Dirjen PAS: Tim Investigasi Internal Masih Selidiki Kasus Kerusuhan
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami, mengunjungi Rumah Tahanan Kelas II B Sigli, Selasa, 11 Juni, 2019 kemarin. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami, mengunjungi Rumah Tahanan Kelas II B Sigli, Selasa, 11 Juni, 2019 kemarin. Kedatangannya ke Rutan tersebut didampingi Kepala Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Aceh Agus Toyib dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kanwil Aceh, Meurah Budiman,

“Saya menegaskan kembali, kalau ada kendala soal pelayanan, kasih tahu saja terus terang, biar sama-sama bisa kita selesaikan. Kalaupun bapak-bapak ada masalah dengan kepala Rutan juga boleh disampaikan saja,” kata Sri Puguh Budi Utami di hadapan narapidana dan tahanan.

Ia berkeliling rutan, masuk ke dalam ruangan dapur umum, dan mencicipi kuah daging ayam di sana.

“Seperti saya ketahui, kerusuhan ini diawali oleh ketidakjelasan langkah yang diambil oleh Kepala Pengamanan Rutan (KPR). Ia  tidak berkomukasi pada pimpinannya, ini pelajaran penting juga bagi semua. Kepala Rutan serta jajaran merupakan satu kesatuan tim yang harusnya sangat solid, apapun kebijakan yang diambil harus satu putusan, tidak boleh ada penyimpangan, tidak boleh miss komunikasi dan harus diinformasikan lebih dulu kepada kepala rutan,” kata Sri pada wartawan.

Usulan Rp 2,3 M untuk rehab-rekon

Di samping itu, tambah Sri lagi, pihaknya akan mengusulkan pembangunan kembali ruang-ruang yang terbakar dalam APBN-P 2019.

“Kalau APBN-P turun langsung dibangun, usulannya sekitar Rp 2,3 miliar. Nanti akan menurunkan tim konsultan dari PU untuk  dilakukan perhitungan yang matang dan menyeluruh terhadap apa saja items-items yang akan dibangun kembali,” katanya lagi.

Membentuk tim investigasi internal

Pihaknya, kata dia, sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus kerusuhan dan pemkabakaran rutan tersebut, Senin, 3 Juni 2019 lalu, yang mengakibatkan terbakarnya halaman depan parkir, pos jaga utama, gedung utama kantor, ruang kerja Kepala Pengamanan Rutan (KPR) dan kantin. Akibat kerusuhan tersebut, 6 tahanan (3 berhasil ditangkap) juga kabur.

“Sejak awal kejadian, tim internal sudah masuk ke sini dan sekarang masih ada dua orang  di sini. Mereka masih melakukan komunikasi dengan yang para Napi di dalam. Soal laporan investigasi internal itu sedang diselesaikan dulu. Dan tentu kita butuh laporan yang utuh, sehingga  tidak boleh ada yang dipotong-potong sehingga nanti,keputusan yang diambil benar-benar adil dan tepat,” katanya lagi.

Komentar

Loading...