KOTAKU Lhokseumawe Bangun 47 Titik Sumur Bor Air Tanah selama 2018

·
KOTAKU Lhokseumawe Bangun 47 Titik Sumur Bor Air Tanah selama 2018
Foto Ist.

sinarpidie.co--Selama 2018, program Kota tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Lhokseumawe telah membangun sebanyak 47 titik sumur bor dan tower untuk warga. Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil pemetaan tim KOTAKU Kota Lhokseumawe.

Koordinator program KOTAKU Kota Lhokseumawe Fitriansyah menuturkan, pembangunan sumur bor di beberapa gampong di Kota Lhokseumawe itu berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 342 Tahun 2014 mengenai Penetapan Kawasan Kumuh Kota Lhokseumawe.

“Program ini juga berpedoman di data baseline tim program KOTAKU Lhokseumawe dengan perhitungan pengurangan kumuh Kota Lhokseumawe tahun 2018.  Pada tahun 2018 kita telah membangun sebanyak 47 titik sumur bor yang tersebar di 12 desa yaitu, desa Blang Punteut, Ujong Blang, Mon Geudong, Ulee Blang Manee, Kampung Jawa Lama, Keude Aceh, Mesjid Punteut, Batuphat Barat, Blang Pulo, Pusong Lama, Pusong Baru, Meunasah Mesjid,” tutur Fitriansyah, pekan lalu melalui keterangan tertulis.

Fitriansyah melanjutkan, KOTAKU merupakan program yang konsisten dengan isu-isu permukiman kumuh.

Kata dia, kriteria kumuh tersebut dapat dilihat dari delapan aspek yaitu, kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi drainase lingkungan, kondisi penyediaan air bersih, kondisi pengelolaan persampahan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik.

“Merujuk pada aspek kumuh tersebut, Kota Lhokseumawe tahun 2018 masih memiliki permasalahan air bersih yang lumayan tinggi. Kondisi tersebut dikarenakan belum tuntas penanganannya pada tahun 2017,” lanjutnya.

Fitriansyah menambahkan, mengingat air bersih merupakan salah satu hal yang penting bagi masyarakat, permasalahan ini juga menjadi target pemerintah untuk dituntaskan pada tahun 2019. Selain itu, kebutuhan akan akses air bersih juga ditunjang melalui data yang akurat melalui pemetaan di lapangan.

 “Tahun lalu kita telah rampung membangun 47 titik sumur bor untuk warga pada bulan Desember 2018, saat ini masyarakat sudah menerima manfaaatnya, dengan pembangunan sumur bor itu, maka permasalahan air bersih pada akhir tahun 2018 persentasenya telah berkurang dan menyisakan sekitar 12,26%. Pada tahun 2019 ini kita akan menuntaskan sisa 12 persen lagi melalui dana kolaborasi dan Bantuan Dana Investas (BDI) tahun 2019,” tambahnya. []

Komentar

Loading...