Kasus Teungku Abdul Manaf

KIP Pidie: Maju sebagai Caleg, Ketua FKUB Pidie Saja Mengundurkan Diri

·
KIP Pidie: Maju sebagai Caleg, Ketua FKUB Pidie Saja Mengundurkan Diri
Ilustrasi keuangan negara. Sumber ilustrasi: sindonews.com.

sinarpidie.co—Calon anggota DPRK Pidie dalam Pemilu 2019 dari Partai Daerah Aceh (PDA), Teungku Abdul Manaf, diputuskan tak memenuhi syarat (TMS) dalam perankingan atau pemeringkatan suara sah karena yang bersangkutan terbukti masih berstatus sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pidie, yang anggaran forum tersebut bersumber dari keuangan Negara.

Hal tersebut terungkap dalam jawaban Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie dalam sengketa proses Pemilu Nomor: 001/PS.Reg/01.21/VII/2019, Jumat, 2 Agustus 2019 di Kantor Panwaslih Pidie.

Komisioner KIP Pidie, yang juga Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara, Fuadi Yusuf, saat membacakan jawaban KIP Pidie, mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi pada Kepala Badang Kesbangpol Pidie Drs Zulfikar MM, yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor: 668/PL.01.5-BA/1107/KIP-Kab/VII/2019. Hasilnya, terbukti bahwa Teungku Abdul Manaf merupakan anggota FKUB.

“Dan masih menerima honorarium per dua bulan sekali dan anggaran FKUB yang tertera dalam DPA Kesbangpol Pidie berasal dari APBD Kabupaten Pidie sebesar Rp 137.160.000 pada 2018 dan Rp 144.452.000 pada 2019. Yang mana anggaran tersebut diperuntukkan untuk honorarium Dewan Penasihat, honorarium anggota FKUB, biaya rapat, dan kegiatan lainnya,” kata dia.

Menurutnya, Teungku Abdul Manaf justru mengetahui dan membenarkan bahwa ia seharusnya mundur dari forum tersebut sebelum DCT ditetapkan.

Baca juga:

“Berdasarkan hasil klarifikasi dengan caleg yang bersangkutan yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor: 669/PL.01.5-BA/1107/KIP-Kab/VII/2019, yang bersangkutan mengetahui tentang syarat calon yang harus mundur dari jabatan yang anggarannya bersumber dari keuangan Negara. Ketua FKUB Adnan Ubat yang juga maju sebagai caleg melalui partai yang berbeda telah menyerahkan surat pengunduran diri dari Ketua FKUB Kabupaten Pidie guna memenuhi syarat sebagai calon,” kata Fuadi.

Sidang penyelesaian sengketa proses Pemilu antara DPW PDA Pidie (Pemohon) dengan KIP Pidie (Termohon) telah melewati tahapan mediasi dan kini memasuki sidang ajudikasi. Senin, 5 Agustus 2019, Panwaslih Pidie kembali menjadwalkan sidang tersebut dengan agenda pembuktian. []

Komentar

Loading...