Tradisi Masyarakat Teubeng

Khasiat Ie Bu On Kayee

·
Khasiat Ie Bu On Kayee
Amri Maden (kiri), 54 tahun, juru masak ie bu on kayee di Gampong Teubeng Abo, Kecamatan Pidie, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Warga Gampong Teubeng Abo, Kecamatan Pidie, Pidie, pada setiap Bulan Ramadhan memasak ie bu on kayee di sebuah gubuk di meunasah gampong setempat. Tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung satu abad lebih dan masih berlangsung hingga sekarang.

Amri Maden, 54 tahun, warga gampong setempat, juru masak ie bu on kayee mengatakan,  bahan-bahan ie bu oen kayee sudah ia persiapkan sebulan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. 

Semula, berbagai jenis dedaunan ia cari di berbagai tempat. Untuk persediaan satu bulan penuh.

Setelah mendapatkan berbagai jenis daun tersebut, ia kemudian menjemur mereka selama 12 hari. Lalu setelah kering, dedaunan tersebut dibawa ke tempat penggilingan.

“Setelah digiling menjadi tepung, itulah yang akan dimasukkan ke dalam belanga besar untuk dimasak bersamaan dengan beras,” kata Amri Maden pada sinarpidie.co, Sabtu, 11 Mei 2019.

Lebih dari 44 jenis dedaunan yang menjadi komposisi ie bu on kayee: daun jeruk nipis, daun serai, daun jamblang, daun kayu kunyit, daun kedondong pagar, daun asam sunti, daun jambu biji, daun mengkudu, daun salam koja, daun asam jawa, daun saga, daun peugaga, daun peulandok, daun geulayu, daun keutapang, daun mane, daun ram, daun 100 guna, daun kaca, daun merak, daun bayi, daun rancong buloh, daun tungkat ali, daun sirapat, daun sikuat, dan daun capli buta.

"Dicampur dengan rempah-rempah seperti, kunyit, ketumbar dan lada hitam,” katanya. “Air daun ini tidak menggunakan santan kelapa, berbeda dengan  kanji pada umumnya,” kata dia, menjelaskan.

Proses memasaknya memakan waktu dua hingga tiga jam. Amri Maden memulai aktivitasnya usai salat Zuhur dan biasanya selesai pukul 16.30 WIB setelah Ashar.

Amatan sinarpidie.co, Sabtu, 11 Mei 2019 sore, Amri sibuk melayani warga yang mengambil ie bu on kayee di sebuah gubuk yang beukuran 2 x 2 meter. Beberapa warga ketika sore datang membawa wajan untuk mengambil ie bu on kayee.

Cara memasaknya hampir sama dengan memasak ie bu lainnya, namun, khusus ie bu on kayee, pada sebuah belanga besi besar yang harus ditempatkan pada tempat khusus yang telah dibuat sedemikian rupa. Lalu air dimasukkan ke dalamnya sesuai takaran.

Selanjutnya, beras dimasukkan ke dalam belanga. Setelah mendidih, serbuk daun yang telah ditumbuk atau digiling juga dimasukkan ke dalam belanga. Dengan memakai spatatula atau aweuk yang sudah dibuat dan memiliki gagang panjang, mereka diaduk hingga mendidih dan mengeluarkan aroma yang wangi.

Ie bu on kayee. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Khasiat ie bu on kayee ini, kata Amri Maden, baik untuk pencernaan, obat tolak angin, serta untuk obat rematik.

“Bahkan, karena berkhasiat untuk kesehatan, sering juga warga kecamatan lain membawa wajan untuk mengambil ie bu on kayee ke sini,” kata Amri.

Amri telah belajar memasak ie bu on kayei selama puluhan tahun.

“Sebelumnya abang saya dipercayai sebagai juru masak ie bu on kayei di gampong ini. Saat itulah saya mulai mencari berbagai jenis daun kayu untuk membantu abang saya masak,” kisahnya. "Saya ganti abang saya."

Selain di Teubeng Abo, ie bu on kayee juga bisa ditemukan di Bulan Ramadhan di Gampong Teubeng Muecat dan Teubeng Ulee Ceue. []

Komentar

Loading...