Kabur Massal para Napi

Kepala BNN Aceh: Murtala Ilyas Dibawa ke BNN Pusat untuk Kepentingan Penyidikan

·
Kepala BNN Aceh: Murtala Ilyas Dibawa ke BNN Pusat untuk Kepentingan Penyidikan
Lapas Kelas IIA Banda Aceh yang dibobol Napi. (sinarpidie.co/Syahrul).

Narapidana yang telah mendapatkan kepastian hukum yang final dan sedang menjalani hukuman penjara bisa saja kembali diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penegak hukum dengan catatan harus ada kejelasan atas kepentingan apa narapidana tersebut diperiksa.  

sinarpidie.co—Birgjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, Kepala BNN Aceh  mengatakan, Murtala ILyas, terpidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil narkoba, yang sebelumnya ditahan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh, telah dibawa ke Jakarta pada Jumat, 30 November 2018 pagi, untuk kepentingan penyidikan.

“Iya Benar, Muratala Ilyas telah dibawa ke BNN Pusat di Jakarta guna kepentingan penyidikan lanjutan,” ujar Naser via sambungan telepon selular, Sabtu 1 Desember 2018.

Naser juga mengatakan, pemberangkatan Murtala Ilyas ke BNN Pusat tidak ada kaitannya dengan kejadian kaburnya 113 orang warga binaan di Lapas Kelas II A Banda Aceh Kamis, 29 November 2018 sekitar pukul 18.45 WIB, karena pihak BNN Pusat, kata dia, telah mengirim surat izin ke Kanwilkumham Aceh untuk membawa Murtala Ilyas ke BNN Pusat guna kepantingan pemeriksaan.

“Atas permintaan BNN Pusat kami dari pihak BNN Aceh sudah mengirim surat jauh-jauh hari guna meminta izin kepada Kakanwilkumham Aceh untuk membawa Muratala Ilyas guna pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus narkoba dan sudah dijawab dan diizinkan oleh Kanwilkumham Aceh. Jadi tidak ada hubungannya dengan kejadian ini, ini hanya kebetulan saja musibah ini terjadi bertepatan dengan jadwal keberangkatannya,” kata Naser lagi.

Namun Naser enggan menjelaskan atas kasus apa Murtala Ilyas kembali diperiksa.

Baca juga:

“Kami tidak tahu, untuk kepentingan penyidikan kasus apa dia harus dibawa ke BNN Pusat, yang jelas atas permintaan BNN Pusat demi kepentingan penyidikan,” ungkapnya.

Di lain pihak, pengamat sekaligus praktisi hukum, Chandra Darusman SH MH, mengatakan, narapidana yang telah mendapatkan kepastian hukum yang final dan sedang menjalani hukuman penjara bisa saja kembali diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penegak hukum dengan catatan, kata dia lagi, harus ada kejelasan atas kepentingan apa narapidana tersebut diperiksa.  

Chandra Darusman SH MH.

“Tentunya sudah memiliki putusan yang tetap, jadi setiap hukuman atau tindakan terhadap dia harus merujuk kepada substansi putusan pengadilan. Aturan perundang-undangan membolehkan aparat penegak hukum untuk membawa seseorang narapidana yang sedang menjalani hukuman untuk kepentingan hukum, misalnya ada pemeriksaan dalam kasus-kasus pidana tertentu lainnya, sehingga aparat penegak hukum menganggap perlu untuk memeriksa dia,” kata pria yang saat ini juga menjabat sebagai Koordinator YLBHI-LBH Banda Aceh, itu, Sabtu, 1 Desember 2018 di Banda Aceh. “Aparat penegak hukum harus mampu menjelaskan atas dasar kepentingan apa Murtala Ilyas dibawa ke Jakarta, harus transparan. Publik harus tahu agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan, mengingat Murtala Ilyas adalah salah seorang terpidana TPPU dari hasil narkoba.” []

 Reporter: Syahrul

Komentar

Loading...