Kepala BKSDA Aceh: Eskalasi Konflik Gajah-Manusia terjadi Per Hari

Kepala BKSDA Aceh: Eskalasi Konflik Gajah-Manusia terjadi Per Hari
Tim BKSDA Aceh melakukan penggiringan gajah di Pidie. Foto Ist.

sinarpidie.co—Selama beberapa pekan terakhir puluhan gerombolan gajah liar turun ke areal kebun dan sawah warga di gampong Cot Seutui, Kecamatan Keumala, Pidie.

Salah seorang petani Gampong Cot Seutui, Darwinsyah, 32 tahun, mengatakan, dua hari yang lalu, penanganan gajah liar tersebut sudah dilakukan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan cara mendatangkan tiga ekor gajah jinak untuk penggiringan.

"Namun, upaya penggiringan itu tidak berhasil, malah dua ekor gajah jinak itu dipukul mundur oleh gajah liar, hingga mengakibatkan luka-luka. Saat ini gajah jinak itu sudah di pulangkan ke Saree untuk perawatan," katanya pada sinarpidie.co, Selasa, 5 Febuari 2019.

Keuchik Gampong Cot Seutui, Abdul Kadir mengatakan, sudah dua malam pihaknya melakukan ronda malam di bawah tenda untuk mengawasi kedatangan gajah liar.

“Kami resah, karena tidak mampu mengatasi keganasan gajah tersebut, sehingga berakibat terhadap tanaman padi dan tanaman kebun lainnya," kata Abdul Kadir.

Abdul Kadir melanjutkan, gerombolan gajah tersebut sudah sekitar sebulan berkeliaran di dekat kawasan pemukiman penduduk.

“Awalnya merusak tanaman pinang dan kakoa, sekarang sudah mulai merusak tanaman padi warga yang berumur dua bulan lebih. Jumlah areal tanaman padi yang dirusak gajah liar saat ini mencapai sekitar 10 hektare lebih, belum lagi tanaman pinang dan kakao yang di rusaknya," lanjut Abdul Kadir. "Ada satu ekor gajah besar yang paling ganas, yang bahkan gajah jinak pun dipukul mundur olehnya. Kami meminta pada pihak terkait untuk mengamankan satu ekor gajah yang paling ganas itu, agar warga aman dari gangguannya."

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, tiga gajah jinak BKSDA semula diikatkan di dekat lokasi kamp penggiringan.

“Malam, tiba-tiba diserang gajah liar sekitar 20 ekor lebih,” kata dia, Selasa, 5 Februari 2019.

Dia menambahkan, dalam beberapa waktu belakangan frekuensi konflik gajah dengan manusia terjadi per hari.

“Hari ini saja ada beberapa titik. Di Keumala, Geumpang. Kemudian ada di Bener Meriah dan di Pidie Jaya. Dalam satu hari saja bisa terjadi di beberapa lokasi,” kata dia.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berupaya mendorong Pemerintah Aceh, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, untuk mencari solusi yang lebih holistik atau lebih menyeluruh.

Penggundulan hutan 2009 hingga 2017. Garis ungu batas Daerah Aliran Sungai dan merah penggundulan hutan. Sumber: SIMONTANA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).             
Kawasan hutan. Sumber: SIMONTANA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

“Sehingga BKSDA ini tidak bekerja seperti pemadam kebakaran,” kata dia lagi.

Sistem Monitoring Kehutanan Nasional (SIMONTANA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, penggundulan hutan sejak 2009 hingga 2017 terjadi begitu marak di Glumpang Tiga, Tangse, Bandar Dua, dan Ulim.

Penggundulan hutan 2009 hingga 2017. Garis ungu batas Daerah Aliran Sungai dan merah penggundulan hutan. Sumber: SIMONTANA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).   

“Di Pidie Jaya (Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua-red) illegal logging marak terjadi setelah dicek ke atas oleh tim. Saya tidak tahu apakah itu sudah HP (Hutan Produksi-red) atau masih HL (Hutan Lindung-red). Tapi sudah masuk kawasan hutanlah itu. Tahun kemarin, di Cot Seutui Pidie Jaya (Ulim-red) juga demikian.  Untuk seberapa tepat, saya tidak bisa menjawab, karena itu ranah ahli-ahli kehutanan,” ungkapnya. “Ada persingungan antara kepentingan manusia dengan habitat gajah. Di Pidie Jaya sudah berhasil kita geser ke hutan lindung. Cuma ada informasi, tapi belum kita cross check lagi, dua hari kemudian, diinfokan gajah liar balik lagi. Tapi teman-teman sudah ke Keumala. Fakta yang terjadi habitat gajah itu banyak yang sudah terbuka.” []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Firdaus

Komentar

Loading...