Serba-serbi ramadhan

Jokowi-Ma'ruf Dorong Kenaikan Cukai Rokok

·
Jokowi-Ma'ruf Dorong Kenaikan Cukai Rokok
Sumber ilustrasi: suarasurabaya.net.

sinarpidie.co--Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf ingin mendorong kenaikan cukai rokok untuk menekan melonjaknya angka perokok di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasbullah Thabrany, Sabtu, 9 Maret 2019.

Dilansir dari tempo.co, menurut Hasbullah, biaya cukai rokok di Indonesia masih terlalu rendah.

"Kalau kita lihat best practice di seluruh dunia, cukai rokok di Indonesia masih terlalu rendah. Di Singapura cukai rokok 90 persen dari harga rokok. Industri juga tahu cukai akan naik," kata dia, dalam diskusi Menuju Debat III, Menakar Visi Kesehatan, di D'Consulate Resto.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan berapa persentase kenaikannya.

"Ada ancer-ancer kenaikan di atas yang sekarang, di mana cukai rokok 57 persen," ungkap akademisi Universitas Indonesia, itu.

Saat ini, ia bersama koleganya sedang mempersiapkan draf rancangan undang-undang cukai yang baru .

Kata dia, UU tersebut untuk lebih mengakomodir kesejahteraan petani tembakau dan pekerja pabrik rokok.

"Untuk memperkuat petani tembakau dan pekerja rokok," kata dia.

Dilansir dari kompas.com, Hasbullah juga memberi alasan lain dari kenaikan cukai rokok. Menurutnya, kenaikan cukai rokok juga berguna untuk menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Sementara itu, sebelumnya, dilansir dari cnnindonesia.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) tidak akan naik tahun depan. "Tidak akan ada perubahan atau kenaikan cukai. Kami akan menggunakan tingkat cukai yang ada sampai 2018," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Bogor. []

Komentar

Loading...