Jalan Nasional Pidie-Aceh Barat Amblas Dua Kali dalam 2018, Berapa Luas Hutan Lindung di Tangse yang telah Dirambah?

·
Jalan Nasional Pidie-Aceh Barat Amblas Dua Kali dalam 2018, Berapa Luas Hutan Lindung di Tangse yang telah Dirambah?
Jalan nasional Beureunuen-Meulaboh, tepatnya di Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie, amblas sepanjang 30 meter akibat banjir luapan yang menghantam badan jalan tersebut pada Sabtu, 1 Desember 2018. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Jalan nasional Beureunuen-Meulaboh, tepatnya di Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie, amblas sepanjang 30 meter akibat banjir luapan yang menghantam badan jalan tersebut pada Sabtu, 1 Desember 2018.

Nardi, 30 Tahun, salah seorang warga Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse mengatakan, tingginya curah hujan sejak kemarin sore mengakibatkan meluapnya air sungai dari Blang Pandak, sehingga mengakibatkan jalan yang telah ditimbun pasir dan batu tersebut kembali amblas.

"Warga mengetahui jalan tersebut putus sejak habis Magrib pada Sabtu malam kemarin. Sempat lumpuh satu hari dan paginya langsung diperbaiki. Saat ini sudah bisa dilalui kembali," kata dia.

Alfaiyum, 24 tahun, salah seorang operator alat berat yang sedang mengerjakan penimbunan jalan tersebut mengatakan, sejak pukul 08.00 WIB pagi, pihaknya melakukan penimbunan agar jalan darurat bisa terbangun.

"Sudah bisa dilewati kendaraan kembali," kata Al Faiyum.

Dia menambahkan, saat ini alat berat yang stand by di tempat tersebut terdiri dari eskavator, loader dan compactor.

"Pengerjaannya juga akan dibuatkan tanggul agar airnya tidak langsung terkena badan jalan," ujarnya di lokasi pengerjaan jalan tersebut.

Sebelumnya, jalan tersebut pernah amblas sepanjang 150 meter akibat banjir luapan pada 17 November lalu.

Dalam lima tahun terakhir, dampak kerusakan akibat banjir di Tangse, Mane, dan Geumpang bagi fasilitas publik, khususnya jalan, seperti karnaval tahunan.

Pada 2015, ruas jalan di kawasan Lhok Ara, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, amblas. Pada November 2016,  banjir menerjang sejumlah gampong di Tangse, di antaranya Pulo Mesjid Sa, Pulo Mesjid Dua, Keude Tangse dan Layan. Longsor juga terjadi di perbatasan Keude Tangse dengan Blang Bungong, yang menyebabkan jalan lintas Beureunuen – Tangse ikut amblas.

Pada 2012, sekitar 500 hektare kawasan hutan lindung di Kecamatan Tangse tercatat telah dirambah. Angka tersebut tentunya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Selain penebangan liar, pembukaan lahan perkebunan dan aktivitas tambang illegal juga dilakukan di areal hutan lindung. []

Komentar

Loading...