Foya-Foya atas Nama Fakir Miskin

Ini Catatan Kritis MaTA terkait Kegiatan WRSE Dinsos Pidie senilai Rp 2 M

·
Ini Catatan Kritis MaTA terkait Kegiatan WRSE Dinsos Pidie senilai Rp 2 M
Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian. IST.

sinarpidie.co--Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai kegiatan pemberdayaan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) di Dinas Sosial (Dinsos) Pidie tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2 milliar sebenarnya dapat memberi manfaat yang positif bagi perempuan yang membutuhkan jika bantuan tersebut tepat sasaran.

“Program ini jangan hanya sekedar penyaluran, tapi pihak dinas harus mampu mempertangungjawabkan sejauh mana manfaat yang akan dirasakan dengan anggaran Rp 2 miliar tersebut,” kata Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, melalui keterangan tertulis, Senin, 12 November 2018, setelah sebelumnya dimintai telaahnya oleh sinarpidie.co terkait implementasi kegiatan tersebut di Pidie. “Sehingga pemberdayaan terukur dan menjamin keberlangsungan hidup penerima.”

Dalam kegiatan bantuan sosial, kata Alfian, rawan terjadinya penyimpangan, sehingga transparansi dan akuntabilitas bagi publik menjadi keharusan.

“Bantuan sosial sering terjadi tidak tepat sasaran, atau para penerimanya hanya yang memiliki akses atau afliasi terhadap elite pemerintah. Publik berkewajiban memastikan dana tersebut dikelola dengan baik sehingga tidak bermasalah dengan hukum,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, alih-alih memberikan bantuan kepada wanita yang memiliki usaha dasar seperti penjahit, penjual kue atau gorengan, yang dianggap belum mampu untuk mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, anggaran tersebut justru disalurkan untuk membelanjakan barang-barang seperti sembako, becak barang bermesin atas nama pria, renovasi becak dayung atas nama pria, material rehabilitasi rumah atas nama pria, dan kain sarung.

Baca juga:

Kepala Dinas Sosial Pidie  Drs Malek Kasem menuturkan, items-items yang sudah disalurkan baru berupa bantuan sembako.

“Rehab rumah dan becak belum kita salurkan karena semua bantuan sosial untuk pria. Dan tidak semua orang bisa kita berikan, karena mereka harus masuk terlebih dahulu ke dalam Basis Data Terpadu,” kata dia, Senin, 5 November 2018 di ruang kerjanya di Sigli.

Sementara itu, PPTK kegiatan tersebut, sekaligus Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos Pidie, H Yunidar, mengatakan realisasi kegiatan Rp 2 M tersebut Rp 600 juta. “Baru penyaluran sembako pada meugang Puasa dan meugang Idul Fitri lalu. Sekitar Rp 600 juta yang sudah terealisasikan,” kata dia via telepon selular, Senin, 5 November 2018 lalu. []

Komentar

Loading...