Iklan Pemkab Pidie

Hasil Panen Kakao di Pijay Tahun Ini Turun

Hasil Panen Kakao di Pijay Tahun Ini Turun
Petani kakao menjemur biji kakao.

sinarpidie.co—Hasil panen petani kakao di Pidie Jaya tahun ini lebih rendah dibandingkan hasil panen tahun lalu. Hal itu disebabkan hama kepik pengisap buah atau helopeltis yang menyerang pohon kakao seiring tingginya curah hujan.

“Meski kakao berbunga banyak tetapi saat proses pembuahan buah kakao mengalami bintik-bintik hitam,” kata M Yusuf, petani Kakao di Beuracan, Kecamatan Meureudu, kepada sinarpidie.co, Rabu 22 Mei 2019. "Itulah penyebab menurunnya hasil panen. Banyak buah yang memasuki masa panen jadi busuk, mungkin gara-gara adanya bintik hitam saat buah masih muda.”

Penurunan hasil panen tahun ini cukup signifikan. Kata M Yusuf, tahun lalu, produksi kakao mencapai 400 kilogram per hektare. Tahun ini, dalam satu hektare, sebut M Yusuf, hasil panen hanya 145 kilogram.

"Dari dulu untuk tanaman kakao memang tumbuh subur di kawasan perkebunan Beuracan ini, khususnya di Lampoh Lada," kata ayah empat anak itu.

Pemilik UD Serba Tani, Aiyub atau yang lebih dikenal dengan panggilan Toke Yub mengatakan, pasokan kakao hasil produksi petani yang biasa ia beli dan tampung tahun ini mengalami penurunan dari hasil panen tahun sebelumnya.

"Turun memang. Harga kakao kering Rp 22 ribu saya beli, kalau yang basah Rp 20 ribu, " kata Toke Yub. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya Burhanuddin SP mengatakan, serangan helopeltis pada buah kakao dipengaruhi cuaca.

“Sebenarnya, ketika kakao berbunga, itu harus diberikan pestisida tepat waktu dan tepat dosis. Pemupukan setahun dua kali. Kemudian, pohon kakao harus terkena paparan sinar matahari 30 persen. Kalau terpapar sinar matahari 100 persen, akan mati pucuk. Artinya, harus ada tanaman pelindung. Kemudian, pemangkasan cabang," kata dia, Kamis, 23 Mei 2019.

Dikutip dari BPS Pidie Jaya, pada tahun 2017, total produksi kakao di Pidie Jaya 14.980 ton. Tanaman perkebunan ini merupakan tanaman perkebunan yang paling tinggi produksinya di Pidie Jaya. Tanaman perkebunan kedua dengan hasil produksi tertinggi ialah kelapa: 3.462 ton. Luas tanam kakao yang telah menghasilkan 8.483 hektare, sedangkan luas tanam kakao yang telah rusak atau tua 2.433 hektare. []

Komentar

Loading...