Gedung BLK Pidie Ditargetkan Rampung pada Desember Mendatang

·
Gedung BLK Pidie Ditargetkan Rampung pada Desember Mendatang
Pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di atas lahan seluas 3 hektare di Gampong Seuke, Kecamatan Pidie, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di atas lahan seluas 3 hektare di Gampong Seuke, Kecamatan Pidie, Pidie, ditargetkan akan rampung pada Desember 2019 mendatang. Pemkab Pidie, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, memiliki kegiatan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) tahap II senilai Rp 3.825.000.000 tahun ini. Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie juga menjadi satuan kerja (Satker) untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) tahap I senilai Rp 1.950.000.000 pada 2017 lalu.

“Tahap I pondasi dan tiang yang dibangun, sekarang dibangun lanjutan sampai selesai gedung,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Kadri SH, Rabu, 11 September 2019 pada sinarpidie.co, di Sigli.

Hal senada disampaikan Fauzi, konsultan pengawas proyek tersebut. “Kita menyelesaikan 100 persen dari kontrak pada tahap pertama lalu. Hanya saja, tahap pertama lalu cuma tiang-tiang dan struktur bawah dikerjakan sesuai dalam kontrak. Masuk ke tahap kedua, termasuk penambahan tiang-tiang, ada juga peninggian. Progress pengerjaan sekarang 60 persen dan akan siap tepat waktu 14 Desember nanti,” kata dia, yang ditemui di lokasi pembangunan gedung tersebut, Rabu, 11 September 2019.

Dua kali lakukan pengadaan DED

Perencanaan DED Balai Latihan Kerja (BLK) Pidie sebelumnya telah dilakukan pengadaannya dan dimenangkan CV. Nanggroe Aceh Consultant dengan nilai kontrak Rp 239.140.000 pada 2016 lalu.

Namun, pada 2019 dilakukan review desain perencanaan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) tahap II dengan nilai anggaran Rp 100.000.000.

Irwanto, tim teknis pada proyek tersebut dari Disnaker dan Transmigrasi Pidie mengatakan, alasan melakukan review desain perencaan karena, jika tidak dilakukan, maka kontruksi gedung akan rendah.

“Bangun pertama kan kondisinya banjir, jadi perlu kita review untuk ditinggikan dari permukaan awal lebih kurang 30 cm. Dari permukaan jalan kita pertinggi 30 cm karena mengingat BLK itu punya mobiler-mobiler yang agak mewah nantinya, contoh mesin, kilang, dan bordir saat diadakan pelatihan-pelatihan di BLK tersebut,” kata Irwanto.

Target beroperasi

Setelah gedung tersebut rampung, kata Kepala Dinas Disnaker dan Transmigrasi Pidie, Kadri SH, pihaknya akan mengusulkan sejumlah peralatan pelatihan pada Kementerian Tenaga Kerja.

“Persiapan tutor dan alat kita minta di Jakarta. Fasilitas sekarang belum ada, rencananya kita adakan pengadaan dulu,” sebutnya. “Kita kan kompleks, mungkin akan ada rumah jaga, asrama dan lain-lain. Artinya, tapi tidak mungkin kegiatan disana atau gedung tersebut beroperasi pada 2020.”

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya juga belum memutuskan apa saja kejuruan yang diimplementasikan pada BLK tersebut nantinya, apakah kejuruan teknik otomotif, teknik las, pengolahan hasil pertanian atau perikanan, woodworking, teknologi informasi dan komunikasi, menjahit, refrigeration dan teknik listrik, industri kreatif, dan bahasa. []

Komentar

Loading...