Serba-serbi ramadhan

Gedung Beku Terintegrasi senilai Rp 5,5 M di PPI Meureudu Belum Berfungsi

·
Gedung Beku Terintegrasi senilai Rp 5,5 M di PPI Meureudu Belum Berfungsi
Gedung beku terintegrasi atau cold storage di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

sinarpidie.co—Gedung beku terintegrasi atau cold storage di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu hingga kini belum difungsikan. Bustami Ali, 46 tahun, salah seorang nelayan yang ditemui di PPI Meureudu mengatakan, hanya pabrik es, yang dikelola oleh koperasi nelayan, yang hingga saat ini beroperasi.

Cold storage yang baru belum berfungsi. Pemerintah seperti kurang percaya pada rakyat. Dikelola rakyat tidak boleh, mereka kelola pun juga tidak. Lokasi cold storage di samping koperasi pabrik es. Pabrik es berfungsi karena dikelola koperasi. Kapasitas produksi 600 batang es. 600 batang itu tidak cukup, makanya kami juga beli di Sigli,” kata Bustami Ali, awal Januari 2019 lalu.

Di samping itu, kata dia, bangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dibangun oleh lembaga donor— rehab-rekon tsunami— pada 2007 silam, justru tak memenuhi kelayakan sebuah SPBN atau gagal bangun dan terletak di tengah-tengah tempat penampungan ikan di PPI tersebut. “Bagaimana mau mengisi minyak dan bagaimana mau bongkar ikan jika di tengah-tengah itu dibangun,” kata Bustami Ali.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dibangun oleh lembaga donor— rehab-rekon tsunami— pada 2007 silam, justru tak memenuhi kelayakan sebuah SPBN atau gagal bangun dan terletak di tengah-tengah tempat penampungan ikan di PPI tersebut. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

Selama ini, bahan bakar minyak (BBM) diperoleh para nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah terlebih dahulu mendapat surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya.

“Kami berharap SPBN dibangun. Dua nyawa PPI: pabrik es dan SPBN,” katanya.

Pabrik es balok di tempat tersebut dibangun Aceh Development Fund (ADF)/Bank Dunia pada 2011 silam. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan pabrik es balok, peralatan mesin dan berbagai pendukung lain, mencapai Rp 5,4 miliar. Semula, pabrik tersebut ditargetkan mampu memproduksi 30 ton es balok dalam sehari.

Amatan sinarpidie.co, selain SPBN, sejumlah bangunan yang agak terbengkalai di PPI Meureudu antara lain balai nelayan, kios nelayan, dan docking kapal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya Ir Kamaluddin mengatakan, alasan belum beroperasinya cold storage atau gedung beku terintegrasi karena pengelolaan cold storage mesti melalui pihak ketiga.

Sejumlah peralatan cold storage di PPI Meureudu. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

“Persoalannya, ada di pihak ketiga. Ini dalam proses kita memberikan peringatan pada pihak ketiga tersebut untuk segera mengoperasikan cold storage tersebut. Koperasi Dinas. Bina Bahari. Ketuanya Agusrianto Nurdin,” kata Ir Kamaluddin, Rabu, 23 Januari 2019 pada sinarpidie.co.

Mampu menampung 50 ton ikan

Ketua Koperasi Bina Bahari Agusrianto Nurdin mengatakan, untuk mengoperasikan cold storage secara maksimal dibutuhkan beberapa peralatan pendukung lainnya, seperti rak, nampan, dan mesin ganset.

Sekurang-kurangnya, sebut Agusrianto, dibutuhkan 500 nampan, delapan rak, dan satu ganset untuk ruang beku.

“Tanpa peralatan tersebut, kualitas ikan yang dikeluarkan tidak bagus dan tidak bisa dipasarkan. Ganset yang ada saat ini hanya untuk ruang storage atau penyimpanan, sedangkan di ruang beku juga dibutuhkan satu ganset lainnya. Kontrak ditandatangani pada Mei 2018,” sebutnya pada sinarpidie.co, Rabu, 23 Januari 2019 via telepon selular. “Direncanakan pada Februari 2019 sudah beroperasi maksimal.”

Tujuan dasar cold storage yang mampu menampung 50 ton ikan tersebut, kata Agusrianto, diwacanakan sebagai medium yang mampu memberdayakan nelayan secara ekonomi dan mampu menjaga kestabilan harga ikan di pasar lokal.

“Ketika hasil tangkapan melimpah, nelayan tidak menjual ikan dengan harga yang murah. Kita membangun kesadaran para nelayan agar mau memasukkan hasil tangkapan mereka ke cold storage. Ketika hasil tangkapan sedikit, para nelayan bisa mengeluarkan hasil tangkapan sebelumnya yang disimpan di cold storage. Baik nelayan dan konsumen sama-sama diuntungkan,” kata Agusrianto menjelaskan. “Perlu dukungan Pemkab Pijay untuk merealisasikan hal itu. Hari ini, kami sudah sepakat untuk menjadi mitra pemerintah. Kami bahkan sudah menjalin kerjasama dengan pabrik yang ada di Medan dan di Jakarta yang akan menjadi mitra dalam pemasaran ikan-ikan di cold storage tersebut nantinya.”

Pembangunan gudang beku terintegrasi di PPI Meureudu menelan anggaran senilai Rp 1.833.000.000, sedangkan pengadaan mesin di gudang beku terintegritasi untuk bina mutu dan diversifikasi produk perikanan di PPI Meureudu, itu, menelan anggaran senilai Rp 1.695.980.000. Anggaran tersebut berasal dari APBN tahun anggaran 2016. Pada tahun berikutnya, menggunakan APBK Pidie Jaya tahun anggaran 2017, pembangunan gedung beku terintegrasi juga dikerjakan dengan nilai Rp 2.050.366.000. Singkatnya, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan cold storage beserta peralatan di dalamnya mencapai Rp 5.579.346.000.[]

Komentar

Loading...