Banner Stunting

Liputan khusus stunting

Gampong Nien yang Berupaya Lepas dari Jerat Stunting  

Gampong Nien yang Berupaya Lepas dari Jerat Stunting  
Kebun gizi di Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Mardiani, 28 tahun, warga Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, terperanjat saat mengetahui putra sulungnya, Muhammad Azam Azka, divonis stunting pada 2017 lalu kala putranya itu dibawa ke Posyandu di gampong setempat.

“Tahunya dari bidan desa. Setelah ditimbang dan diukur tingginya. Berat badan dengan tinggi tubuhnya tidak sesuai. Berat badannya kini 13 kg, sedangkan tingginya hanya 91 cm,” kata Mardiani, Kamis, 28 Februari 2019.

Anak pertama pasangan Muhammad Daod dan Mardiani, Muhammad Azam Azka, itu, lahir pada 13 Juni 2015.

Selama masa kehamilan Muhammad Azam Azka, kenang Mardiani, dirinya enggan mengonsumsi susu ibu hamil.

Kini, Mardiani, sedang mengandung anak kedua.

Sehari-hari, sang suami, Muhammad Daod, bekerja sebagai buruh tani.

Di Gampong Nien, terdapat 11 anak stunting dan tiga anak kurang gizi. “Anak keuchik juga stunting. Anak kader Posyandu juga stunting,” kata Mardiani.

Zulkifli, Keuchik Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, mengatakan, mayoritas penduduk gampong setempat mengonsumsi air yang bersumber dari sumur bor air tanah.

Penggunaan dana desa

Penggunaan dana desa gampong setempat untuk menekan angka stunting dianggarkan untuk kegiatan posyandu, seperti membeli kacang hijau, gula, kue dan roti.

“Untuk WC, tidak semua warga punya WC di rumah. 90 persen memiliki WC di rumah, sisanya mereka yang tidak punya WC, buang air besar di ‘WC Terbang’. WC umum ada dua, tapi jarang difungsikan,” kata dia, Kamis, 28 Februari 2019. “Ada bantuan dari pemerintah pusat melalui Dinas Perkim Pidie untuk sumur bor Rp 200 jutaan. Dibantu dengan Dana Desa 10 persen atau sekitar Rp 28 juta.”

Tingkat pendidikan mayoritas penduduk di Gampong Nien lulusan SMA dan mayoritas pekerjaan yang digeluti penduduk gampong setempat ialah bertani.

Untuk menekan angka stunting di gampong setempat, kebun gizi juga dibuka. “Tanah desa. Bibit dibantu oleh pemerintah pusat. Dikelola ibu-ibu di gampong. Kelompok, 30 orang. Tanaman yang ditanam bayam, kangkung, cabai, jagung, dan tomat. Selain sayur-mayur, juga ada ayam dan lele,” tuturnya.

Lokus stunting di Indonesia

Kabupaten Pidie masuk dalam 160 kabupaten atau kota di Indonesia yang menjadi fokus perbaikan pemerintah pusat terkait penurun angka stunting.

Di Pulau Sumatera, Pidie menjadi salah satu dari 23 kabupaten atau kota prioritas stunting 2018-2019. Di Aceh, selain Pidie, terdapat Aceh Tengah dan Aceh Timur.

Desa di Pidie prioritas tahun 2018 di antaranya Ara, Ulee Gunong, Mesjid Usi, Campli Usi, Balee Ujong Rimba, Gampong Nien, Tengoh Mangki, Gampong Peunadok, Meunasah Panah, dan Panton Beunot.

Pada 2019 Pidie juga prioritas penaganan stunting di Indonesia, salah satu dari 15 kabupaten atau kota di Pulau Sumatera. Selain Pidie, terdapat Aceh Tengah, Langkat, Padang Lawas, Gunung Sitoli, Ogan Komering Ilir, Lampung Selatan, Lampung Timur, Bangka Barat, Natuna, KAUR, Rokan Hulu, Lampung Tengah, dan Kerinci.

Angka kasus stunting, anak bertubuh pendek karena kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, di Pidie pada 2018 sebanyak 1.461 kasus dan kasus wasting (bayi kurus) 522 kasus.

“Kegiatan rutin kita setiap bulan, yaitu kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan, balita yang ditimbang berat badannya setiap bulan, bayi kurang enam bulan yang mendapat ASI ekslusif, rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium, balita 6-10 bulan mendapat kapsul vitamin A, ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah, balita kurus yang mendapat makanan tambahan dan lain-lain. Ada 18 upaya yang kita lakukan di Posyandu, Puskesmas, dan di gampong,” kata Faridah, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat pada Dinas Kesehatan Pidie pada sinarpidie.co, Selasa, 15 Januari 2019 di Sigli.

Tingkat kemiskinan

Data Badan Pusat Statistik (BPS), melalui terbitan Pidie dalam Angka 2018 menunjukkan, angka penduduk miskin di Pidie cenderung meningkat setiap tahun.

Pada 2014, jumlah penduduk miskin sebanyak 83.73.000. Pada 2015, peningkatan jumlah penduduk miskin di Pidie cukup signifikan, dari 83.73.000 menjadi 88.22.000. Pada 2016, kembali terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin menjadi 90.16.000.

Pada 2017, jumlah penduduk miskin di Pidie juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 92.35 ribu.

Rata-rata, kecuali pada periode 2014-2015, penduduk miskin di Pidie bertambah 2000-an jiwa per tahun. []

Komentar

Loading...