Iklan Pemkab Pidie

Editorial

[Editorial] Mencari Kambing Hitam Salah Urus Sektor Pendidikan

·
[Editorial] Mencari Kambing Hitam Salah Urus Sektor Pendidikan
Aktivitas belajar-mengajar di SMA N 2 Delima. (sinarpidie.co/Firdaus).

Anggaran untuk sektor pendidikan di Pidie pada tahun anggaran 2018 sekira Rp 472 miliar, Rp 164,64 miliar APBK murni Pidie dan 308, 43 milliar dana transfer daerah.

Namun, catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan, 97, 1 persen dari  556  guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Pidie belum tersertifikasi, 69, 3 persen dari  3.581 guru sekolah dasar (SD) belum tersertifikasi, 61,9 persen dari 1.845 guru SMP belum tersertifikasi, dan 79, 5  persen dari 39 guru SLB juga belum tersertifikasi.

Selain 97,1 persen guru PAUD yang belum tersertifikasi, 95,8 persen dari 283 PAUD di Pidie juga belum terakreditasi.  

Sebaliknya, Pidie memperoleh DAK-Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD pada 2018 sebesar Rp 4.291.80.000, tunjangan profesi guru  Rp 111.222.499.000, tambahan penghasilan guru Rp 2.208.000.000, dan tunjangan khusus guru Rp 4.742.399.000.

Selanjutnya, Dana Alokasi Umum (DAU) yang digelontor untuk sektor pendidikan di Pidie (transfer daerah) sebesar Rp 179,54 milliar.

DAK Fisik

Total alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan di Pidie tahun anggaran 2018 senilai Rp 6.429.000.000. Dana ini dikucurkan pada SD sebesar Rp 3.752.000.000 dan SMP Rp 2.676.000.000.

Kegiatan-kegiatan yang dibiayai DAK Fisik Bidang Pendidikan pada tahun anggaran 2018 di Pidie ialah rehabilitasi ruang kelas rusak berat atau rusak sedang: SDN 1 Lhok Keutapang, Tangse; SDN Pasi Lhok, Kembang Tanjong;  SDN 1 Kalee, Muara Tiga; SDN Tong Peudeng, Keumala; SDN Geumpang, dan SMPN 4 Sigli.

Sedangkan rehabilitasi jamban siswa atau guru: SDN Geumpang,  SDN Glumpang Minyeuk, SD Negeri Geumuroh, SDN 2 Teupin Raya, SDN Beureueh, SD Negeri Pulo Tambo, SD Negeri Trieng Judo, SD Negeri Krueng Meuriyam, Sd Negeri Riwueuk, SDN 2 Kota Bakti, SDN Kandang, SD Negeri 4 Kota Bakti, SD Negeri Cumbok Lie, SD Negeri Blang Cot, SD Negeri Mali, SD Negeri 2 Kunyet,  SD Negeri Geulidieng, SD Negeri 1 Padang Tiji, SD Negeri Beurabo, SD Negeri 4 Padang Tiji, SD Negeri Glee Ceurih, SD Negeri Ceurih Mee,  SD Negeri Reubee, SD Negeri Keutapang Aree, SD Negeri Krueng Seumideun, SD Negeri Waido, SD Negeri 5 Sigli,  SD Negeri 4 Peukan Pidie, SD Negeri 1 Peukan Pidie, SD Negeri Kuala Bate,  SD Negeri Batee Crueng, SD Negeri Suka Jaya (2), SD Negeri 2 Kalee, SD Negeri Blang raya, SD Negeri 2 Adan, SD Negeri 2 Beureunuen, SD Negeri Barieh, SD Negeri Cot Kuthang, SD Negeri Cot Glumpang, SD Negeri Geuleumpang Payong, SMPN 1 Mane, SMPN 1 Sakti, SMPN 2 Indra Jaya, SMPN 2 Sigli, SMPN 2 Simpang Tiga, SMPS YPPU Sigli (DAK 2017).

Yang agak cekak: pengadaan alat media pembelajaran SMP senilai Rp 685.800.000.

Dana BOS

Terdapat sejumlah items pengadaan yang semestinya telah tuntas pengadaannya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun pada kenyataannya masih dianggarkan melalui APBK murni, di antaranya, Pengadaan Buku Seri Bahaya Narkoba Rp 1.593.824.1422, Pengadaan Koleksi Perpustakaan sekolah SD/SDLB  sebanyak enam paket senilai Rp 305.183.1903, Cetak Rapor Siswa Kelas I SD Rp 267.520.000, Cetak Rapor Siswa Kelas I SMP Rp 207.768.000, Pengadaan Ijazah dan SKHU SD Rp 45.024.000, dan Pengadaan Ijazah dan SKHU SMP Rp 35.816.000.

Selain itu, data yang dihimpun dari laman bos.kemdikbud.go.id, terdapat 90 SD dan 22 SMP di Pidie yang belum melaporkan penggunanaan dana BOS triwulan ke-3 2018.

Baca juga:

Penggunaan Dana Bos per komponen jenjang SD di Pidie tahun 2018. Sumber data: Kemendikbud.
Penggunaan Dana Bos per komponen jenjang SMP di Pidie tahun 2018. Sumber data: Kemendikbud.

 Lantas, siapa kambing hitam atas salah urus sektor pendidikan ini?

Komentar

Loading...