Dua Tahun Berturut, Penerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya Hanya Tersebar di Kecamatan Kota Sigli

Dua Tahun Berturut, Penerima Bantuan Stimulan Rumah Swadaya Hanya Tersebar di Kecamatan Kota Sigli
Toko bangunan Azilvan di Keuniree Sigli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menerima Dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 3, 7 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur Sub-Bidang Rumah Swadaya.

Dana tersebut digelontorkan untuk peningkatan kualitas rumah tak layak huni (RTLH) yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat.

Kepala Dusun Bengga, Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie,  Zulkifli Saleh, mengatakan terdapat 40 penerima atau 40 unit rumah swadaya di gampong setempat pada tahun 2018 lalu.

“Per rumah diberi bahan-bahan pembangunan rumah senilai Rp 15 juta,” kata Zukifli Saleh pada sinarpidie.co, Senin, 4 Februari 2019.

Zharma Shinta, warga Gampong Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, yang juga salah seorang penerima bantuan rumah swadaya menuturkan, proses pengusulan rumah semula berangkat dari permintaan pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie.

“Kemudian, dipilih dan diseleksi keuchik. Dimasukkan ke Perkim. Selanjutnya, tim Perkim turun ke lapangan untuk mengecek. Ambil foto. Diseleksi lagi. 20 yang diusul, 20 keluar,” kata Zharma Shinta, Rabu, 6 Februari 2019.  “Kami datang ke Bank Aceh. Sebelumnya, sudah terlebih dahulu buat buku bank. Uang masuk ke buku. Slip penarikan teken, uang keluar tapi kami tidak pegang uang cash, langsung Rp 15 juta ditransfer ke toko. Kami pegang slip. Slip itu kami bawa ke toko. Dari toko ambil bahan yang perlu sejumlah Rp 15 juta. Kami terima bahan. Ambil bahan pakai kwitansi. Yang diambil, seng, papan, semen, batu-bata, pasir, batu, tanah urug, semua mereka sediakan. Kalau tukang, cari sendiri dan bayar pribadi dengan uang lain.”

Kepala Bidang Perumahan dan Penataan Bangunan Perkim Pidie, Razali, mengatakan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berada di gampong-gampong di Kecamatan Kota Sigli karena Kecamatan Kota Sigli masih menjadi kawasan kota kumuh.

“Jadi, bantuan stimulan ini untuk menghilangkan kota kumuh. Kita memberi bantuan itu berdasarkan surat rekomendasi keuchik. Kemudian, kami minta foto rumah calon penerima. Pihak kami juga melihat foto rumah itu, apakah layak atau tidak. Kalau tidak layak kami coret. Kalau layak dilanjutkan ke tahap selanjutnya,” kata dia, Rabu, 6 Februari 2019 di Sigli.

Disinggung mengenai toko bangunan Azilvan di Keuniree Sigli, sebagai toko bangunan tempat dana ditransfer dan barang diambil, Razali menyebutkan, material tidak diambil pada satu toko bangunan saja.

“Di situ kan karena dekat dengan kota juga, makanya diambil di situ. Mereka, para penerima, juga ada duduk bersama sebelum membeli bahan material bangunan,” ungkapnya.

Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman menyebutkan, rumah swadaya adalah rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat.

Adapun kriteria objek bantuan ialah rumah tidak layak huni yang berada di atas tanah yang dikuasai secara fisik dan jelas batas-batasnya, bukan merupakan tanah warisan yang belum dibagi, tidak dalam status sengketa, penggunaannya sesuai dengan rencana tata ruang, bangunan yang belum selesai dari yang sudah diupayakan oleh masyarakat sampai paling tinggi struktur tengah dan luas lantai bangunan paling tinggi 45 m2, terkena kegiatan konsolidasi tanah atau relokasi dalam rangka peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman, atau terkena bencana alam, kerusuhan sosial atau kebakaran.

Pada tahun sebelumnya, tahun anggaran 2017, dana DAK Bidang Infrastruktur Sub-Bidang Rumah Swadaya yang diterima Pidie sebesar 4,2 miliar, yang semua penerimanya berada di gampong-gampong di Kecamatan Kota Sigli. 

Baca juga:

Dana Rp 3,7 miliar pada tahun anggaran 2018 lalu terbagi pada 236 penerima bantuan di delapan gampong yang semuanya berada di Kecamatan Kota Sigli, Pidie: Gampong Meunasah Peukan (16), Gampong Tanjong Krueng Kecamatan Kota Sigli (10), Gampong Pasi Rawa Kecamatan Kota Sigli (40), Gampong Lampoh Krueng Kecamatan Kota Sigli (30), Gampong Kramat Luar Kecamatan Kota Sigli (40), Gampong Blang Asan Kecamatan Kota Sigli (40), Gampong Pasi Peukan Baro Kecamatan Kota Sigli (40), dan Gampong Gampong Asan Kecamatan Kota Sigli (20). []

Reporter: Candra Saymima dan Diky Zulkarnen

Komentar

Loading...