Dua Gampong Bersengketa Lahan Lapangan Bola, Sekda Pidie: Kami Berikan Dua Opsi

·
Dua Gampong Bersengketa Lahan Lapangan Bola, Sekda Pidie: Kami Berikan Dua Opsi
Pertemuan warga Gampong Sagoe dan Gampong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, dengan Sekda Pidie Mulyadi SPd MM. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Ratusan warga dari dua Gampong di Kecamatan Muara Tiga—Gampong Sagoe dan Gampong Ujong Pie—mendatangi kantor Bupati Pidie guna menyelesaikan persoalan sengketa tanah antara kedua pihak gampong tersebut, Sabtu, 1 September 2018.

Pantauan sinarpidie.co, warga datang dengan menggunakan beberapa unit mobil bak terbuka.

Pada pintu masuk kantor Bupati terlihat pihak keamanan berjaga-jaga agar warga tidak masuk ke halaman Kantor Bupati.

Berapa saat kemudian, perwakilan warga menemui pihak keamanan untuk meminta dipertemukan dengan Bupati. Lantaran Bupati Pidie Roni Ahmad dan Wakil Bupati Fadhullah TM Daud sedang tidak berada di tempat, warga pun dipertemukan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Mulyadi Yacob SPd MM di dalam ruang kerjanya.

"Kedatangan warga untuk mencari solusi terkait sengketa tanah yang direncanakan untuk pembangunan lapangan bola kaki. Kedua belah pihak warga gampong tersebut sama - sama mengklaim bahwa tanah tersebut masuk dalam wilayah mereka, bahkan warga kedua gampong itu sama sama memagari tanah itu," kata Kabag Ops Polres Pidie Kompol Juli Efendi di lokasi.

Pertemuan itu berlangsung cukup lama, sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Amatan sinarpidie.co, turut hadir dalam pertemuan itu, Wakapolres Pidie Kompol Iskandar, Kabag Ops Polres Pidie Kompol Juli Effendi, Kasat Intel Polres Pidie Iptu Andri Permadi SIK dan Kepala Kesbangpolinmas Zulfikar.

Sementara sejumlah perwakilan tokoh kedua gampong melakukan audiensi, para warga kedua gampong lainnya duduk di depan kantor Bappeda Pidie, menunggu selesainya pertemuan tersebut.

Keuchik Gampong Ujong Pie M Risyad Harun mengatakan, masalah muncul tatkala pihaknya memagari  lapangan bola yang pengerjaannya telah rampung sekitar 60 persen.

“Sebulan kami kerja datang warga Gampong Sagoe menghambat pekerjaan itu. Alasan mereka, lokasi lapangan itu masuk ke dalam wilayah mereka. Kami meminta orang kabupaten untuk turun ke lokasi agar melihat langsung letak tanah dan mengetahui duduk perkaranya,” ungkapnya.

Disebutkannya, persoalan lahan tersebut sudah pernah dimusyawarahkan di Kantor Camat Muara Tiga bersama pihak Muspika.

“Saat itu sudah ada titik temu sebenarnya, tetapi saat sudah ada keputusan dalam musyawarah itu dan dibuat berita acara, pihak Keuchik Gampong Sagoe tidak mau tanda tangan, sehingga berlarut-larutlah sampai kami harus turun ke kabupaten bersama warga saya. Pak Sekda pun dalam musyawarah tadi mendengar dan mengiyakan keterangan pihak kami, tetapi di akhir cerita, setelah kedua belah pihak memberi keterangan, Sekda memberikan keputusan yang mengecewakan kami,” kata dia.

Sekda Pidie Mulyadi Yacob, kata Muhammad Risyad, mengambil kesimpulan, bahwa lapangan tersebut dibagi dua, setengah untuk Gampong Ujong Pie dan setengah lagi untuk Gampong Sagoe.

“Kalau begitu keputusannya saya tidak terima. Bapak Sekda marah karena pihak kami tidak menerima dan langsung keluar ruangan. Kami kecewa terhadap keputusan ini, karena kami sudah mau kooperatif terhadap berbagai tahapan dalam penyelesaian kasus ini,” kata Muhammad Risyad lagi.

Di lain pihak, Keuchik Gampong Sagoe Bakhtiar menuturkan, berdasarkan keterangan sesepuh gampongnya, tanah itu mutlak berada di wilayah Gampong Sagoe.

"Pak sekda menyarankan agar tanah tersebut dibagi dua, ya itu kan bagi kami sebagai solusi karena di pihak kami dan pihak satu lagi tidak mau mundur satu langkah pun. Tetapi keputusan musyawarah tadi di Kantor Bupati, apabila tidak sepakat tanah tersebut dibagi dua, maka tanah itu akan diambil oleh pemerintah dalam waktu satu minggu sejak pertemuan tadi berlangsung," ujar Bakhtiar.

Apa yang dikatakan Muhammad Risyad dan Bakhtiar senada dengan pernyataan Sektaris Daerah Pidie Mulyadi Yacob. Ia mengatakan, pihaknya memberikan dua opsi. 

“Yang pertama, tanah tersebut dibagi untuk dua gampong, setengah kepada Gampong Sagoe dan setengah lagi untuk gampong Ujong Pie. Dan opsi kedua apabila kedua pihak tidak sepakat, maka tanah itu akan disertifikatkan untuk Pemerintah Kabupaten Pidie dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan umum,” kata dia. []

Komentar

Loading...