Serba-serbi ramadhan

DPC PPP Pijay: Putusan MA tak Bisa Batalkan PAW T Mulya Fikri dan Nazaruddin Ismail

·
DPC PPP Pijay: Putusan MA tak Bisa Batalkan PAW T Mulya Fikri dan Nazaruddin Ismail
Sumber foto: tirto.id.

sinarpidie.co--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Pidie Jaya menyatakan amar Putusan Kasasi MA Nomor 88K /Pdt-sus parpol /2019 tentang Sengketa antara Nazaruddin ismail dan T Mulya Fikri dengan DPW PPP Aceh c/q DPC PPP Pidie Jaya yang membatalkan Putusan PN Sigli no: 10/Pdt.G/2018 tidak dapat membatalkan Surat Nomor 28/DPC/PPP - PJ/V/2018 tentang pemberhentian dan pergantian antar waktu (PAW) Nazaruddin Ismail dan T. Mulya Fikri.

“Bahwa dalam putusannya MA telah membatalkan Putusan PN Sigli Nomor : 10/Pdt.G /2018 atas dasar pertimbangan PN Sigli telah salah menerapkan hukum, di mana sengketa atau perselisihan anggota partai politik berdasarkan Ketentuan UU nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik, sepenuhnya masih merupakan kewenangan mahkamah partai politik,” kata Wakil Ketua I DPC PPP Pidie Jaya, Husni Johan melalui keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co, Minggu, 12 Mei 2019. "Putusan harus dilihat secara menyeluruh. Tidak boleh dilihat berdasarkan kepentingan atau by order."

Kata Husni Johan lagi, MA memutuskan gugatan tersebut tidak dapat diterima.

“Inilah yang menjadi subtansi dari Putusan Kasasi MA tersebut. Bila saudara Nazaruddin Ismail dan T. Mulya Fikri kurang puas terhadap pemberhentian mereka, maka silahkan terlebih dahulu mengajukan keberatannya melalui Mahkamah Partai. Setelah adanya putusan Mahkamah Partai baru menggugat kembali ke PN Meureudu,” kata dia lagi.

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya,  T Mulia Fikri, anggota DPRK Pidie Jaya periode 2014-2019 dari PPP, yang pada 27 Maret 2019 digantikan A Hamid AW lewat Pergantian Antar Waktu (PAW), mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan permohonan tersebut dikabul MA. Selain T Mulia Fikri, permohonan anggota DPRK PPP lainnya yang di-PAW, Nazaruddin Ismail, juga dikabulkan MA.[]

Komentar

Loading...