Laporan mendalam

DMA yang Menjangkau Gampong di Pidie, Berikan Fee Proyek hingga Janjikan Yamaha Vixion pada Keuchik

·
DMA yang Menjangkau Gampong di Pidie, Berikan Fee Proyek hingga Janjikan Yamaha Vixion pada Keuchik
Rumah DMA di Mesjid Ulee Gampong, Kemukiman Bluek, Kecamatan Indrajaya. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Teuku Maimun, 48 tahun, salah seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Keumala, Pidie, tampak bersemangat saat menceritakan sepak terjang dan tindak tanduk DMA Cs di kecamatan tersebut. “Pada 2015, DMA pegang 9 gampong. Tahun 2018, ada sekitar dua gampong dari 9 gampong tersebut yang sudah mandiri,” ungkap Teuku Maimun pada sinarpidie.co, pada Senin, 25 Juni 2018.

Selain mengambil ongkos untuk jasa pembuatan dokumen APBG, RAB pekerjaan konstruksi, RAB biaya pengawasan pekerjaan konstruksi dan LPJ Gampong, DMA Cs juga mengelola sejumlah proyek yang dananya bersumber dari APBG gampong. Beberapa di antaranya, profil gampong dan dokumen pemetaan wilayah gampong, baliho publikasi penggunaan APBG, dan pengadaan genset.

Diduga, hingga saat ini, profil gampong dan dokumen pemetaan wilayah gampong nihil alias fiktif. Di samping itu, melalui YNS, DMA juga mengerjakan sejumlah proyek fisik di gampong.

Modus DMA menarik simpati para keuchik untuk menggunakan jasanya, berdasarkan keterangan sejumlah Pendamping Desa (PD) dan PLD di Pidie, dengan menjanjikan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan pembagian persen atau fee dari proyek gampong.

“Jadinya para keuchik terikat,” kata salah seorang PD di Kecamatan Mutiara yang identitasnya enggan dituliskan, Selasa, 26 Juni 2018. ” YNS, kawan si DMA, mencari untung dalam proyek dana desa. Contoh ada beberapa gampong yang dilakukan pembangunan jalan tidak sesuai RAB, misalnya, jalan aspal di Gampong Paloh Kambuek dan di Gampong Lampoh Sirong itu dibuat tanpa base (batu pecah). Dalam RAB ada item base, tetapi dalam pembuatannya tidak dipakai base.”

Selain itu, diduga beberapa kegiatan yang dikelola DMA cs fiktif dan rentan dimark-up.

“Saya heran juga kenapa program si DMA dalam APBG yang dia buat selalu lolos verifikasi di DPMG, padahal saat kita lihat ada banyak program yang salah dan semua kegiatan gampong yang dia pegang copy-paste,” kata dia.

Di Kecamatan Indrajaya, Pidie, pada 2015, per desa, anggaran yang digunakan untuk pembuatan profil desa: Rp 1. 800.000.

Lalu pada 2016, anggaran yang digunakan untuk kegiatan pemetaan wilayah—tiap-tiap 49 desa/per desa— di Kecamatan Indrajaya sebesar Rp 8. 612. 000. Dan pembuatan profil desa, per desanya: Rp 7.509.000. Angka tersebut mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

sinarpidie.co hendak memverifikasi sekali lagi tentang fakta-fakta tersebut kepada DMA. Rumah berkontruksi beton dengan pagar teralis besi setinggi leher orang dewasa itu tampak lenggang. Itu adalah kediaman DMA di Mesjid Ulee Gampong, Kemukiman Bluek, Kecamatan Indrajaya. “Belum pulang dari Medan,” kata salah seorang warga di sana.

Data terakhir yang dihimpun sinarpidie.co pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, 28 Juni 2018, jumlah gampong yang berkas pencairan dana desanya sudah berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Pidie baru 424 gampong atau sekitar 58 persen.

“Soal hubungan keterlambatan pencairan dana desa dan penggunaan jasa pihak ketiga, saya rasa itu juga sangat berkaitan. Saya melihat kalau pihak ketiga membuat dokumen desa di banyak gampong, kan ada penumpukan dokumen yang harus dituntaskan, di situlah keuchik harus menunggu dalam jangka waktu lama untuk selesai dulu dokumen agar bisa diajukan ke DPMG,”  kata Kabid Pemerintahan Mukim dan Gampong pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pidie Munandar SSTP, Kamis, 28 Juni 2018.

Pencairan dana desa pada tahun anggaran 2018 dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama paling cepat Januari dan paling lambat Minggu ketiga Juni 2018 sebesar 20 persen. Lalu, tahap kedua paling cepat pada Maret dan paling lambat minggu keempat Juni 2018 sebesar 40 persen. Dan terakhir tahap ketiga, paling cepat Juli 2018 sebesar 40 persen.

“Secara umum banyak RAB fisik yang lambat diselesaikan oleh Pemerintah Gampong,” kata Munandar lagi. “Bagi gampong yang telat pencairan dana desa, memang secara aturan tidak ada hukuman, tetapi akan menjadi beban bagi pemerintah daerah dan camat di kecamatan. Kemudian menjadi PR bagi Pedamping Desa soal itu.”

Disinggung mengenai bagaimana DMA mengusai user name dan password Siskeudes, Munandar menjawab, “Saya berikan paswod tersebut kepada Kasi PMG di kecamatan. Pihak kecamatan yang memberikan ke keuchik.”

Diberitakan sebelumnya, DMA merupakan tenaga honorer atau tenaga sukarela pada Sekretariat Kecamatan Indrajaya. Ia adalah staff PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa). Informasi yang dihimpun sinarpidie.co, hingga 2018 DMA Cs masih mengerjakan dokumen gampong di beberapa kecamatan selain Kecamatan Indrajaya, yakni Kecamatan Keumala, Peukan Baro, Mutiara Timur dan Tiro.

Kisaran ongkos untuk jasa pembuatan dokumen APBG, RAB pekerjaan konstruksi, RAB biaya pengawasan pekerjaan konstruksi dan LPJ Gampong antara Rp 20 juta hingga 30 juta per gampong. []

Reporter: Firdaus dan Diky Zulkarnen

Komentar

Loading...