Iklan Pemkab Pidie

Disinyalir Banyak DAK Fisik Sub-Irigasi 2018 di Pidie Meleset dari Perencanaan Awal

·
Disinyalir Banyak DAK Fisik Sub-Irigasi 2018 di Pidie Meleset dari Perencanaan Awal
Saluran irigasi di Gampong Calong Cut (Irigasi Blang Puuk), Kecamatan Batee, Pidie yang dibangun pada 2018 lalu. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Peningkatan Jaringan Irigasi DI Paya Papeun, Kecamatan Batee dengan volume 429 meter senilai Rp 599,6 juta meleset dari rencana awal karena terkendala lahan. Semestinya, saluran tersebut dibangun di Gampong Teupin Raya Batee, Kecamatan Batee (Irigasi Paya Papeun), namun dipindahkan ke Gampong Calong Cut (Irigasi Blang Puuk), Kecamatan Batee, Pidie.

“Kendalanya karena masalah lahan,” kata Usman Idris, Keuchik Gampong Teupin Raya Batee, pada sinarpidie.co Kamis, 16 Mei 2019.

Saluran irigasi yang dibangun kemudian ialah saluran irigasi Blang Puuk di Gampong Calong Cut, Kecamatan Batee, Pidie.

“Tidak tersambung dengan irigasi Paya Papeun,” kata Usman Idris.

Hal yang tak jauh berbeda terjadi di Gampong Kareung, Kecamatan Batee, Pidie, tempat di mana peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Tungkop, Kecamatan Batee, dengan volume 469 meter senilai Rp 974.677.000, dikerjakan.

Dasri Hamzah, mantan Keuchik Gampong Kareung, Kecamatan Batee, Pidie mengatakan, semula saluran tersebut rencananya dibangun di Waduk Tungkop sebagai saluran pembuangan.

“Mungkin manfaatnya lebih dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata dia. “Tapi kebetulan karena tidak ada pemberitahuan apa-apa dipindah ke sawah Lhok Tungkop.”

Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Lhok Toh Areh Gledieng, Kecamatan Padang Tiji dengan volume 1041 meter pada 2018 senilai Rp 1,1 miliar lain lagi halnya.

Dari lokasi embung, sekira 1000 meter saluran belum dibangun (belum dicor beton) untuk dilintasi air. “Dan juga pembangunan saluran yang baru ini, lantai saluran irigasinya lebih rendah dari sawah. Jadi kalau mau naikkan air ke sawah harus dibuat bendungan dulu biar airnya tinggi,” kata Tarmizi Keuchik Gampong Geulumpang Geulidieng, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Minggu, 19 Mei 2019.

Hingga berita ini diturunkan sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Pidie, Zarbani ST, terkait hal tersebut.

Pada tahun anggaran 2018, Pidie memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Regular Bidang Infrastruktur sub-bidang Irigasi senilai Rp 49.819.400.000.

Baca juga:

Anggaran senilai Rp 49.819.400.000 tersebut terbagi dalam 29 paket. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Pidie, Zarbani ST, mengatakan realisasi fisik seluruh kegiatan tersebut mencapai 100 persen.

“Untuk keuangan juga 100 persen. Pencairan DAK triwulan dan by progress,” kata dia pada sinarpidie.co, Kamis, 16 Mei 2019 lalu, via telepon selular. []

Komentar

Loading...