Dinkes dan KB Pijay Pecah Paket Meubelair, MaTA: Itu Modus dan Dana Otsus bukan untuk Beli Filling Cabinet

·
Dinkes dan KB Pijay Pecah Paket Meubelair, MaTA: Itu Modus dan Dana Otsus bukan untuk Beli Filling Cabinet
Puskesmas Nyong, Pidie Jaya. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya diduga melakukan upaya pemecahan paket yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2019 untuk menghindari tender.

Penelusuran sinarpidie.co, terdapat pengadaan meubelair kantor pada Puskesmas Nyong, Pidie Jaya, pada tahun anggaran 2019, yang diduga dipecah agar metode pemilihan penyedia jasanya tidak melalui tender.

Pengadaan tersebut di antaranya pengadaan lemari arsip Rp 119.700.000, pengadaan filling cabinet Rp 80.822.000, pengadaan meja kerja Rp 132.000.000, pengadaan lemari kartu Rp 10.000.000, pengadaan kursi kerja Rp 35.100.000, pengadaan kursi tamu Rp 15.000.000, pengadaan kursi tunggu Rp 29.580.000. Kesemua kegiatan tersebut di-PL dan bersumber dari DOKA 2019.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya Munawar Ibrahim, melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Razali SKM, mengatakan, hal tersebut dilakukan karena kegiatan yang dibiayai DOKA minimal Rp 500 juta, sehingga pemecahan tersebut dilakukan agar pengadaan-pengadaan serupa juga dapat dilakukan pada 12 Pustu.

“Sementara kebutuhan tersebut cukup mendesak dan sumber anggaran lain tidak tersedia untuk hal itu,” kata Razali SKM pada sinarpidie.co, di Meureudu, Rabu, 21 Agustus 2019.

Koordinator Badan Pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mengatakan, hal tersebut merupakan modus untuk menghindari tender. “Dan potensi terjadi commitment fee juga cukup besar. Apalagi ini dana Otsus, seharusnya dana Otsus bisa menjadi daya ungkit,” kata Alfian pada sinarpidie.co, Rabu, 21 Agustus 2019.

Disebutkannya lagi, Dana Otsus atau DOKA seharusnya diimplementasikan pada kegiatan-kegiatan yang monumental. “Bukan untuk membeli filling cabinet dengan Dana Otsus. Itu pengelolaan keuangan yang sangat kacau. Filling cabinet seharusnya bisa diadakan lewat PAD daerah dalam APBK,” kata dia lagi.

Baca juga:

Kata Alfian lagi, jika membeli filling cabinet dengan Otsus, hal itu menunjukkan bagaimana Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, bahkan Pemkab Pidie Jaya, tidak paham tentang substansi dana Otsus. Sebab, kata dia, instrument dana Otsus dapat digunakan hanya untuk enam hal, yaitu pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, percepatan pemberantasan kemiskinan, sosial dan budaya.

“Dan itu sangat berbahaya terhadap tata kelola keuangan Otsus. Jadi PAD daerah di ke-manakan, jika filling cabinet dibeli dengan Otsus,” kata dia. “Jika seperti ini cara mengelolanya saya pikir siapapun bisa tidak mesti mereka yang sekarang.” []

Komentar

Loading...