Serba-serbi ramadhan

Dibangun tanpa Pintu Air, Embung di Geudong Karieng tak Berfungsi

·
Dibangun tanpa Pintu Air, Embung di Geudong Karieng tak Berfungsi
Embung di Gampong Dayah Tanoh Kunyet (Geudong Karieng), Kecamatan Padang Tiji, Pidie yang dibangun pada 2016. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Embung di Gampong Dayah Tanoh Kunyet (Geudong Karieng), Kecamatan Padang Tiji, Pidie yang dibangun pada 2016 silam dengan sumber dana DAK fisik pertanian, tak berfungsi sejak embung tersebut selesai dibangun.

M. Nur Alibasyah, warga Gampong Dayah Tanoh Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, telah mengeluhkan hal tersebut berkali-kali, namun keluhannya itu, kata dia, tak mendapatkan tanggapan dari dinas terkait.

“Pada saat dikerjakan tak ada papan proyek, sehingga masyarakat tidak tahu siapa kontraktornya dan berapa nilai proyek tersebut. Tidak berfungsi sejak selesai dibangun. Pintu air dan saluran tidak ada, jadi tidak ada manfaat embung itu, buang-buang uang Negara. Kalau dibilang tidak ada dalam RAB, rakyat tidak perlu RAB, yang rakyat perlu pintu air dan saluran,” kata M. Nur Alibasyah, Senin, 13 Mei 2019.

Akibat pembangunan embung yang diduga tak memenuhi spesifikasi sebagaimana yang tertera dalam Pedoman Teknis Pengembangan Embung Pertanian Direktorat PSP Kementan 2016, tiga hektare sawah warga di sekitar embung tersebut tak bisa memanfaatkan embung tersebut untuk mengairi sawah.

Keuchik Gampong Dayah Tanoh Kunyet (Geudong Karieng), Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Mukhtar, juga mengatakan embung tersebut tak dibangun secara sempurna.

“Karena pintu air tidak dibuat,” kata dia.

Sekretaris Dinas Pertanian Pidie Ir Sofyan Ahmad, yang ditemui sinarpidie.co di kantornya mengatakan, dirinya tidak terlalu mengetahui secara details tentang paket pekerjaan tersebut. “Saat itu memang saya yang Sekretaris Dinas Pertanian,” kata dia, Senin, 13 Mei 2019. "Coba saya tanya sama PPTK-nya dulu."

Nilai pagu paket proyek tersebut Rp 414.675.000 dan dimenangkan CV Takabeya Jaya dengan nilai kontrak Rp 365.364.000. []

Reporter: Candra Saymima dan Firdaus

Komentar

Loading...