Cara Devi Novera Melatih Percaya Diri melalui Bidikan Kamera

·
Cara Devi Novera Melatih Percaya Diri melalui Bidikan Kamera
Devi Novera. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Berfoto adalah salah satu hal yang tidak bisa lepas dari Devi Novera, mahasiswi semester empat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Jabal Ghafur.

Hal itu sudah dia lakukan semenjak masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan hingga sekarang masih terus dilakukannya setiap hari.

“Memang suka selfie, dari kelas satu SMK memang udah senang aja di depan kamera dan sampai sekarang tidak pernah absen befoto setiap harinya," kata dia, Sabtu, 24 Agustus 2019, di kantor  redaksi sinarpidie.co di Sigli.

Kata perempuan kelahiran Kota Batam, Kepulauan Riau, 25 Mei 1999, itu, semenjak hobi berdiri di depan kamera melekat pada dirinya, ia kerap mendapatkan tawaran untuk berfoto secara profesional.

"Biasanya kan habis selfie itu suka dipost di Instagram. Setelah setahun ngelakuin hal itu, ada beberapa orang yang ngajak untuk pemotretan," kata dia menjelaskan.

Berfoto juga bukan hanya sekedar hal iseng yang dilakukan oleh perempuan lulusan SMK Lilawangsa ini, melainkan juga untuk menjejaki karir profesional. Ia pernah menjadi juara berfoto pada lomba foto di salah satu Cafee di Pidie.

“Pernah ikut lomba foto di salah satu cafe di sini. Alhamdulillah juara ketiga," ujarnya.

Di balik kegemarannya itu, sebenarnya ia melatih dirinya untuk lebih percaya diri saat berapa di sekitar khalayak ramai.

"Sebenarnya suka merasa takut sama orang-orang yang baru kenal, makanya sering foto-foto biar merasa terbiasa menjadi sorotan atau diperhatikan sama orang lain," sebutnya. 

Selain berfoto, kata anak kedua dari tiga bersaudara ini, ia juga suka travelling.

“Suka jalan-jalan juga, sekalian cari tempat-tempat yang bagus buat foto. Pernah ke air terjun di kawasan Aceh Besar. Perjalanan harus jalan kaki berjam-jam naik turun bukit dan seberangi sungai-sungai kecil dan dikawal sama polisi hutan. Rasanya capek banget. Cuma senang aja karena tempatnya masih sangat alami, sampah juga hampir tidak ada, hanya ada tumpukan-tumpukan kotoran gajah,” kisahnya. []

Komentar

Loading...