Cabai Rawit yang Dikeluarkan dari Harga yang Diatur Pemerintah dan Harga Komoditas Pangan yang tak Stabil

·
Cabai Rawit yang Dikeluarkan dari Harga yang Diatur Pemerintah dan Harga Komoditas Pangan yang tak Stabil
Sumber foto: Laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional.

sinarpidie.co—Harga rata-rata cabai rawit hijau dan cabai rawit merah dengan kualitas segar di pasar tradisional di Aceh, terhitung sejak 6 Juni hingga 13 Juni 2018, terus mengalami kenaikan.

Di tingkat pengecer, cabai rawit hijau per 13 Juni 2018 dijual dengan harga Rp 36. 900 per kilogram. Mulanya, sejak 6 Juni 2018 harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan per Rp 1000 per kilogram dengan harga pada 6 Juni 2018: Rp 31.650.

Lonjakan yang tajam terjadi pada 13 Juni 2018, di mana harga pada 12 Juni: Rp 33.850.

Data tersebut dikutip dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Rabu, 13 Juni 2018.

Di Aceh, ada tiga kota yang dijadikan sampel, yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, dan Kota Meulaboh.

Harga cabai rawit hijau yang paling tinggi berdasarkan data PIHPS tersebut terjadi di Kota Meulaboh. Per 13 Juni 2018, cabai rawit hijau di tingkat pengecer dijual Rp 38. 250 per kilogram di kota tersebut.

Di lain sisi, hal yang sama juga terjadi pada harga cabai rawit segar merah. Pada 13 Juni 2018, harga di tingkat pengecer dijual Rp 38. 750 per kilogram. Mengalami kenaikan sebesar Rp 4.740 dari harga pada 12 Juni: Rp 34.000 per kilogram.

Rata-rata nasional

Untuk rata-rata nasional, harga cabai rawit hijau segar di tingkat pengecer dijual Rp 36.900 per kilogram. Sumatera Selatan adalah provinsi dengan harga cabai rawit tertinggi per 13 Juni 2018, yakni Rp 58.750 per kilogram. Disusul Papua: Rp 58.150 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah segar, secara rata-rata nasional, Rp 38. 750 per kilogram. Papua adalah provinsi dengan harga cabai rawit merah segar termahal, yakni Rp 100. 350 per kilogram. Kemudian Nusa Tenggara Timur dengan harga cabai rawit merah segar termahal kedua di Indonesia, yakni Rp 80.900 per kilogram.

Pantauan sinarpidie.co di Pasar Pante Teungoh Sigli pada 13 Juni 2018, harga cabai rawit segar di tingkat pengecer di pasar tradisional tersebut: Rp 40 ribu per kilogram.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63/PER/9/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, harga acuan pembelian cabai rawit merah di petani ialah Rp 17.000 per kg dan penjualan konsumen Rp 29.000 per kg. Namun, pada 2017 cabai dikeluarkan dari harga yang diatur oleh pemerintah.

Harga komoditas pangan di Pidie tak stabil

Terhitung sejak menjelang meugang Ramadhan hingga meugang Hari Raya Idul Fitri, harga komoditas pangan di pasar tradisional di Pidie cenderung fluktuatif.

Data kualitatif yang dihimpun sinarpidie.co berupa hasil wawancara dan observasi— di tingkat pengecer dan konsumen— di dua lokasi pasar tradisional, yakni Pasar Pante Teungoh Sigli dan Pasar Beureunuen, menunjukkan, kecenderungan alpanya peran pemerintah dalam mengintervensi harga-harga komoditas pangan.

Pada 6 Mei 2018, di Pasar Beureunuen dan Pasar Pante Teungoh Sigli, harga daging ayam potong mengalami kenaikan dari Rp 19 ribu per kilogram menjadi Rp 21 ribu per kilogram.

Pada 11 Mei 2018, harga daging ayam potong kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 23 ribu per kilogram.

Bustami, 28 tahun, pedagang ayam potong di Pasar Beuruenuen mengatakan, harga ayam diatur oleh Distributor di Medan, Sumatera Utara.

Pada 23 Mei 2018, sejumlah komoditas sayuran seperti kol, tomat, kentang, dan wortel, di tingkat grosir mengalami kenaikan harga meskipun komoditas tersebut surplus di pasaran. Lonjakan harga tersebut mencapai 20, 50 hingga 300 persen dari harga normal.

Harga kol yang sebelumnya Rp 2 ribu menjadi 3 ribu per buah, kentang dari 5 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilogram, tomat dari Rp 2 ribu menjadi 6 ribu per kilogram, dan wortel dari 80 ribu menjadi 120 ribu per kilogram.

Di tingkat pengecer, berdasarkan pantauan sinarpidie.co di Pasar Pante Teungoh Kota Sigli Pidie, harga tomat dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu dan bawang bombay dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu. Kentang Rp 7 ribu per kilogram (tetap).

“Walau komoditas barang berlimpah, tapi harga tetap tidak turun, karena harga di grosir tidak turun,” kata Muhammad Zulfan, 22 tahun, salah seorang pedagang komoditas sayuran dan rempah-rempah di pasar tersebut.

Di tingkat grosir, harga cabai, yang pada H -2 Ramadhan mengalami kenaikan yang signifikan, kembali normal. Sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram (-50%) dan cabai merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram (-33%). Di lain pihak, di tingkat pengecer, harga cabai hijau dan cabai merah, dari Rp 35 ribu menjadi Rp 18-20 ribu per kilogram (-50%). Harga tersebut turun pada H + 2 Ramadhan.

Pada 13 Juni 2018, terhitung sejak 10 Juni 2018, harga cabai merah dan cabai hijau kembali mengalami kenaikan menjadi 20 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 14 ribu per kg. Sama halnya dengan harga bawang bombay, yang juga mengalami kenaikan, dari Rp 16 ribu menjadi Rp 22 ribu.

Pasal 10 Peraturan Bupati Pidie  Nomor 17 Tahun 2017  tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pidie menyebutkan, Bidang Perdagangan mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang pendaftaran usaha perdagangan, pengawasan barang jasa, pelaksanaan kemetrologian, pembinaan terhadap pelaku usaha ekpor dan impor. []

Komentar

Loading...