Bulog Divre Sigli Baru Serap Dua Persen Gabah Petani di Pidie dan Pidie Jaya

·
Bulog Divre Sigli Baru Serap Dua Persen Gabah Petani di Pidie dan Pidie Jaya
Kantor Bulog Sigli. (sinarpidie.co/Dicky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Hingga memasuki pertengahan Maret 2018, penyerapan gabah petani di Pidie dan Pidie Jaya oleh Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Sigli baru sekitar dua persen dari 8.773 ton setara gabah yang ditargetkan pada tahun ini.

“Realisasi gabah sangat sedikit, sampai hari ini masih berkisar dua persen. Karena kita tidak sanggup membeli gabah dari petani yang melebihi dari harga pembelian pemerintah (HPP),” kata Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sigli Ruslian SE pada sinarpidie.co, Senin, 12 Maret 2018, di Sigli.

Hal tersebut disebabkan harga gabah petani di Pidie dibeli Rp 5.200 di pasaran, sementara Bulog, meskipun telah menerapkan fleksibilitas harga 20 persen di atas HPP, membeli gabah petani seharga Rp 4.400.

“Jadi kalau soal beli gabah kita belum mampu mengakomodir, jadi kita fokus di beras saja dulu,” ujarnya.

Di lain sisi, saat ini, kata Ruslian, pihaknya sedang meningkatkan produksi beras dengan cara membangun kerja sama dengan kilang padi.

“Sekarang sudah terjalin komunikasi dengan sepuluh mitra kilang padi (MKP) di Pidie. Kita menghimbau agar mitra kerja sama bisa membantu kita,” ungkapnya lagi. “Kita ajak teman-teman mitra untuk bekerja keras demi meningkatkan stok beras.”

Saat ini, pemerintah memberi kelonggaran pada Perum Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga fleksibilitas 20 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kebijakan tersebut berlaku hingga April mendatang.

Bulog saat ini membeli gabah kering panen Rp 4.440/kg dari harga semula Rp 3.700; gabah kering giling, semula Rp 4.650/kg menjadi Rp 5.580/kg, dan beras medium semula Rp 7.300/kg menjadi Rp 8.760/kg.

Di lain pihak, pada musim tanam rendengan—Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018— hasil produksi padi di Pidie sebesar 189,546 ton dengan luas areal tanaman padi 27, 078 hektare. Sedangkan biaya produksi untuk luas satu hektare sawah sebesar Rp 10 juta.

“Data tersebut diambil berdasarkan sampel ubinan yang dikirim oleh menteri tani per kecamatan. Sampel ubinan yang diambil dengan luas dua meter persegi untuk dikalkulasikan dengan hasil satu hektare luas tanah. Jadi hasil rata-rata per hektare adalah 7 ton,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Hasballah SP MM, Rabu, 7 Maret 2018, di Sigli. []

Reporter: Dicky Zulkarnen

Komentar

Loading...