Kebakaran Sumur Minyak

Benarkah Sumur Minyak di Ranto Peureulak Bukan Milik Pertamina?

·
Benarkah Sumur Minyak di Ranto Peureulak Bukan Milik Pertamina?
Sumber foto: Antara/cnnindonesia.com.

Pada 2015 PT Pertamina EP Rantau, Aceh Tamiang mengizinkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola sumur minyak tua di Kecamatan Rantau Pereulak, Aceh Timur,  yang juga masuk dalam wilayah eksplotasi minyak Pertamina.

sinarpidie.co--Salah satu sumur pengeboran minyak tradisional di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbakar pada Rabu, 25 April 2018 dini hari.

Dilansir dari republika.co.id, kronologis terbakarnya sumur tersebut mulanya dipicu dengan ditemukannya semburan minyak mentah yang tumpah di permukaan tanah.

“Warga yang mengetahui luapan minyak itu berdatangan ke lokasi guna mengumpulkan tumpahan minyak mentah ke dalam drum penampung,” demikian republika.co.id.

Menurut Hendra, saksi mata yang berada tidak jauh dari tempat kejadian, sebagaimana dilansir dari detik.com, sumur tersebut terbakar karena percikan api rokok. Sebelum kejadian, seorang warga membuang puntung rokok di lokasi semburan minyak.

“Saat dilihat, ternyata terjadi ledakan pada salah satu sumur milik warga tersebut. Dia menyebut tumpahan minyak mengakibatkan api yang sudah membesar menjalar ke sekeliling sumur tersebut hingga terlihat para pekerja terbakar karena semburan,” demikian detik.com.

Korban tewas akibat peristiwa tersebut mencapai 21 orang dan korban yang dirawat intensif di beberapa rumah sakit jumlahnya mencapai 38 orang. 

Vice President Communication and Relation PT Pertamina (Persero) Adiatma Sarjito melalui pernyataan tertulis, sebagaimana dilansir dari kompas.com, mengatakan, pihaknya turut prihatin atas kejadian tersebut dan menyesalkan masih terjadinya kegiatan yang disebutnya sebagai illegal drilling.

"Illegal drilling dilakukan di lapangan yang dikelola oleh badan usaha milik daerah (BUMD). Kegiatan illegal drilling yang tidak memenuhi standard operation procedure dalam kegiatan pengeboran minyak sangat berisiko tinggi,” ujarnya seperti yang dilansir dari kompas.com.

Pihaknya membantah bahwa sumur yang terbakar tersebut merupakan milik Pertamina.

Namun, dilansir dari aceh.tribunnews.com, Jumat, 21 Agustus 2015, pada tahun tersebut PT Pertamina EP Rantau, Aceh Tamiang, mengizinkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola sumur minyak tua di Kecamatan Rantau Pereulak, Aceh Timur.

Humas PT Pertamina EP Rantau Jufri kala itu mengatakan, Pertamina memberikan peluang yang besar kepada BUMD di Aceh Timur untuk mengelola sumur tua di Rantau Pereulak yang juga masuk dalam wilayah eksplotasi minyak Pertamina.

“Tahun 1970-an, sumur minyak ini pernah dikelola PT Asemera Oil dan beberapa tahun yang lalu dilanjutkan Pasific Oil kemudian dikembalikan ke Pertamina,” kata dia seperti yang dilansir dari aceh.tribunnews.com. []

Komentar

Loading...