Banner Stunting

Kesehatan

Benarkah Rokok Elektrik tak Berbahaya bagi Kesehatan?

Benarkah Rokok Elektrik tak Berbahaya bagi Kesehatan?
Sumber ilustrasi: liputan6.com.

sinarpidie.co--e-Cigarette atau yang lebih dikenal rokok elektronik pertama kali dikembang di Cina oleh perusahaan SBT Co Ltd pada tahun 2003 silam.

Umumnya, rokok elektrik ini terdiri dari empat komponen berbeda, seperti cartridge atau penyimpan yang menampung cairan (liquid), atomizer atau elemen pemanas, baterai, serta mouthpiece atau corong hirup yang digunakan untuk menghirup asap yang dihasilkan dari pembakaran dan pemanasan komponen tersebut.

Rokok ini diciptakan sebagai alternatif  bagi perokok konvensional, sekaligus mengurangi kencanduan terhadap rokok tembakau. Dilansir dari laman, vaporku.com, e-Cigarette mempunyai beberapa efek positif. Misalnya, mengurangi batuk ketika tidur, nafas lebih lega, mulut tidak lagi bau, dan indra penciuman kembali baik. 

Namun, tahukah kalian bagaimana perbandingan bahaya antara rokok elektrik dengan rokok tembakau?

Dilansir dari hallosehat.com, menurut dr Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA dan mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa.

Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan dari University of Minnesota, memaparkan fakta baru mengenai bahayanya rokok elektrik. Mereka mengatakan rokok tersebut bisa menyebabkan kanker. Paparan itu dipresentasikan di Pertemuan Nasional ke-256 dan Pameran American Chemical Society, pada Agustus lalu.

Dilansir dari kompas.com, rokok elektrik diketahui mengandung tiga bahan kimia yang dapat merusak DNA. Hal itulah yang nantinya memicu berkembangnya kanker.

Kesimpulan itu didapat setelah tim menganalisis kelenjar saliva (ludah) dan jaringan mulut pada lima pengguna rokok elektrik dan lima orang sehat sebagai kontrol.

Silvia Balbo, peneliti utama dalam studi ini mengatakan, rokok tembakau memang memiliki lebih banyak kandungan karsinogen atau zat yang menyebabkan kanker dibanding rokok elektrik.

"Namun, hanya karena ancamannya berbeda, bukan berarti rokok elektrik lebih aman," ujar Balbo, dilansir dari IFL Science.

Komentar

Loading...