Begini Kegiatan Pemberdayaan Sosial Menurut Dinsos Pidie

·
Begini Kegiatan Pemberdayaan Sosial Menurut Dinsos Pidie
Sumber ilustrasi: poskotanews.com.

sinarpidie.co—Pada tahun anggaran 2018, Dinas Sosial (Dinsos) Pidie mengelola kegiatan pemberdayaan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) secara swakelola senilai Rp 2 milliar.

Alih-alih memberikan bantuan kepada wanita yang memiliki usaha dasar seperti penjahit, penjual kue atau gorengan, yang dianggap belum mampu untuk mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, anggaran tersebut justru disalurkan untuk membelanjakan barang-barang seperti sembako, becak barang bermesin atas nama pria, renovasi becak dayung atas nama pria, material rehabilitasi rumah atas nama pria, dan kain sarung.

PPTK kegiatan tersebut, sekaligus Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinsos Pidie, H Yunidar, mengatakan realisasi kegiatan Rp 2 M tersebut Rp 600 juta. “Baru penyaluran sembako pada meugang Puasa dan meugang Idul Fitri lalu. Sekitar Rp 600 juta yang sudah terealisasikan,” kata dia via telepon selular, Senin, 5 November 2018 lalu.

Data yang diperoleh sinarpidie.co masing-masing penerima sembako tersebut tak tercatat satu per satu secara rinci dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinsos Pidie 2018.

Keterangan hanya berupa kecamatan secara umum, beberapa di antaranya, pengadaan sembako untuk masyarakat Kecamatan Delima Rp 64 juta, pengadaan sembako untuk fakir miskin dalam Kecamatan Muara Tiga Rp 64.000.000, pengadaan sembako Gampong Blang Paseh, Keuramat Luar, Utue, Seuriweuk, Mee Adan, dan Ceubrek Rp 49.500.000; pengadaan sembako untuk masyarakat miskin dalam Kecamatan Simpang Tiga Rp 88.000.000, dan pengadaan sembako untuk masyarakat misikin dalam Kecamatan Peukan Baro Rp 88.000.000, pengadaan sembako Ramadhan untuk masyarakat miskin Kecamatan Sakti, Titeue, Keumala, Tangse, dan Tiro/Truseb Rp 100.000.000, pengadaan sembako untuk masyarakat dalam Kecamatan Sigli, Pidie, Grong-Grong, dan Mila Rp 100.000.000.

Definisi pemberdayaan sosial

Pasal 10 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang menyebutkan, Pemberdayaan Sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk menjadikan warga negara yang mengalami masalah sosial mempunyai daya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dengan memberdayakan seseorang, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri.

Dalam Peraturan Menteri Sosial nomor 08 tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan  Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial disebutkan, perempuan rawan sosial ekonomi (WRSE) adalah seorang perempuan dewasa menikah, belum menikah atau janda dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kriterianya: perempuan berusia 18 sampai dengan 59 tahun; istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan; menjadi pencari nafkah utama keluarga; dan berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup layak.

Pemberdayaan sosial dapat dilakukan melalui: peningkatan kemauan dan kemampuan, penggalian potensi dan sumber daya, penggalian nilai-nilai dasar, pemberian akses, dan/atau pemberian bantuan usaha. Bentuk pemberdayaan seseorang, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan sosial agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri dilakukan ialah diagnosis dan pemberian motivasi, pelatihan keterampilan, pendampingan, pemberian stimulan modal, peralatan usaha, dan tempat usaha, peningkatan akses pemasaran hasil usaha, supervisi dan advokasi sosial, penguatan keserasian sosial, penataan lingkungan dan bimbingan lanjut.

Sembako dalam kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Lemah

Padahal, Dinsos Pidie juga memiliki program bagi-bagi sembako senilai Rp 650 juta dalam kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Lemah, yang juga ditengarai tak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial  dan Peraturan Menteri Sosial nomor 08 tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan  Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial.

Baca juga:

Adapun sembako yang diserahkan ada di beberapa kecamatan, yaitu, pengadaan sembako untuk masyarakat miskin dalam Kecamatan Glumpang Tiga dan Kembang Tanjong Rp 40 juta, bantuan sembako untuk masyarakat miskin dalam Kabupaten Pidie Rp 50 juta.

“Kalau sembako itu mungkin karena orang betul-betul miskin. Itu kita kasih ikan, bukan kasih kail," kata Kepala Dinas Sosial Pidie Drs Malek Kasem, Senin, 5 November 2018 di ruang kerjanya di Sigli.

Di samping itu, dalam kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Lemah, ada pula pengadaan bahan material rehab rumah, pengadaan mukena dan kain sarung, dan bantuan peralatan alat sekolah. []

Komentar

Loading...