Iklan Pemkab Pidie

Harga Gas Subsidi di atas HET

Banyak Oknum Pangkalan Gas LPG 3 Kg Jual Gas Subsidi pada Kios Pengecer

Banyak Oknum Pangkalan Gas LPG 3 Kg Jual Gas Subsidi pada Kios Pengecer
Agen penyalur gas LPG subsidi 3 kg, PT Kuala Tari Indah, di Sigli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Gas LPG subsidi 3 kg dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di Pidie. Di tingkat konsumen, gas tersebut dijual Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per tabung, jauh dari harga HET yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pidie yang semestinya seharga Rp 17 ribu per tabung.

Hal itu terjadi diduga karena banyaknya oknum pangkalan gas LPG 3 kg subsidi (sub-agen) melakukan penimbunan gas subsidi dan menjualnya ke kios pengecer, yang dalam hal ini bukanlah penyalur atau outlet resmi.

“Kalau beli di pangkalan (sub-agen-red) harganya Rp 20 ribu per tabung. Kalau beli pada tingkat kios pengecer bisa mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per tabung,” ungkap Amri, salah seorang warga pengguna gas LPG subsidi 3 kg, pada sinarpidie.co Senin, 20 Mei 2019. 

Salah seorang pekerja di pangkalan (sub-agen) gas LPG 3 kg di Kecamatan Mutiara, yang identitasnya tak mau dituliskan mengatakan, di pangkalan tempat ia bekerja, dalam sebulan, pihaknya menerima kuota 1.000 tabung gas LPG 3 kg subsidi.

“Dalam dua hari atau tiga hari, atau seminggu sekali, kadang masuk 200 hingga 300 tabung. Begitu masuk, gas tersebut langsung didistribusikan ke gampong-gampong dengan harga Rp 20 ribu per tabung,” katanya.

Menurutnya, terdapat indikasi penimbunan gas yang oknum pangkalan (sub-agen) yang dijual di atas harga HET ke tingkat kios pengecer.

“Tapi pangkalan kami tidak melakukan hal itu. Harga yang dijual oleh oknum tersebut biasanya berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per tabung. Lalu kios pengecer menjual ke warga antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung,” kata dia.

Salah seorang pekerja di PT Kuala Tari Indah, salah satu agen penyalur gas LPG 3 kg subsidi ke pangkalan di Pidie, Musliadi mengatakan, dalam sebulan perusahaan tempatnya bekerja memperoleh sekitar 42.000 tabung gas.

Lalu, pihaknya menyalurkan gas tersebut kepada 29 pangkalan (sub-agen) resmi yang ada di Pidie dengan harga Rp 15.500 per tabung.

“Jumlah yang kami berikan pada 29 pangkalan itu rata-rata 1.500 sampai 1.700 tabung gas dalam jangka waktu sebulan,” kata Musliadi pada sinarpidie.co Kamis, 23 Mei 2019.

Dia juga menambahkan, khusus bulan ini, karena momentum bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri terdapat penambahan alokasi 3.000 tabung lebih.

“Sekarang gas elpiji 3 kg di PT Kuala Tari Indah memang tidak ada kendala, tiap hari ada masuk sebanyak 1680 tabung gas, kecuali hari Minggu yang tidak masuk,” sebutnya.

Pertamina hanya menjual LPG 3 kg di outlet resmi, yaitu Agen dan Sub-Agen (Pangkalan) yang memasang penanda HET.

Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Pidie, Idham mengatakan, ada enam agen resmi yang menyalurkan gas LPG 3 kg ke pangkalan, yaitu, PT Kuala Tari,  PT Indung Teulot, PT Beuna Raseuki Minyeuk Tanoh, PT Maar Perkasa, PT Nur Nikmat, dan di SPBU Pulo Pisang.

Agen tersebut menyalurkan gas LPG 3 kg subsidi pada 248 pangkalan di Pidie.

"Data penyaluran gas LPG 3 kg dari agen ke pangkalan tidak ada laporan lengkap pada kami. Hanya dua agen yang memberikan laporan penyaluran yaitu, PT Indung Teuloet dan PT Nur Nikmat. Yang lainnya tidak ada laporan,” kata Idham, Kamis, 23 Mei 2019. “Soal empat agen yang tidak memberikan laporan penyaluran bulanan pada Disperindagkop, itu juga sudah kita laporkan pada Asisten 2 Setdakab Pidie Bidang Ekonomi, Pak Maddan, namun ia pun sepertinya belum memberikan sanksi apapun. Yang menjual gas LPG 3 kg dengan harga di atas HET sekitar Rp 25.000 sampai 30.000 per tabung itu memang ada dan tidak sanggup diawasi hingga ke tingkat pengecer. Namun nanti setelah lebaran akan dicarikan solusi dan kita akan turun ke lapangan.” []

Komentar

Loading...