Bangun 2 Rumah untuk Diri Sendiri, Warga Gampong Dayah Tuha Tuntut Pemkab Pijay Non-Aktifkan Keuchik dan Sekdes

·
Bangun 2 Rumah untuk Diri Sendiri, Warga Gampong Dayah Tuha Tuntut Pemkab Pijay Non-Aktifkan Keuchik dan Sekdes
Puluhan warga Gampong Dayah Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, mendatangi Kantor Bupati Pidie Jaya, di Kompleks Pemerintahan Cot Trieng, Senin 9 September 2019. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co --  Puluhan warga Gampong Dayah Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, mendatangi Kantor Bupati Pidie Jaya, di Kompleks Pemerintahan Cot Trieng, Senin 9 September 2019.

Mereka meminta Keuchik Gampong Dayah Tuha, Fauzi, beserta sekretaris gampong, Habibuddin, dinon-aktifkan dari jabatan mereka karena dinilai telah melakukan penyalahgunaan jabatan dan wewenang dalam mengelola dana desa secara tidak transparan.

Salah seorang warga Dayah Tuha, Al Bahri, kepada sinarpidie.co mengatakan, Keuchik Fauzi pada tahun anggaran 2017 sudah membangun rumah untuk orang tuanya melalui dana desa Gampong Dayah Tuha, namun pada anggaran tahun 2019, ia juga mengusulkan pembangunan rumah sehat fakir miskin pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Jaya atas nama orangtuanya.

"Padahal keuchik dilarang membuat keputusan yang secara khusus memberi keuntungan bagi diri sendiri, anggota kelurga, kroni dan golongan tertentu. Keputusan keuchik membangun rumah sehat fakir miskin tahun 2019 untuk keluarganya saja merugikan warga yang layak menerima rumah sehat fakir miskin lainnya, " kata dia.

Dikatakannya lagi, Keuchik Fauzi juga kerap mengambil keputusan sepihak. Ia, sebut Al Bahri, tidak pernah melakukan pertangunggjawaban kegiatan dan anggaran bersama Tuha Peut Gampong dan masyarakat  dalam rapat umum.

"Bahkan pembangunan kandang sapi pada tahun 2017 sampai hari ini, pada tahun 2019 belum juga selesai, bukti apalagi yang dibutuhkan,  kami berharap Pemkab Pijay harus mengambil tindakan yang jelas, untuk segera menonaktifkan keuchik dan sekretaris," ujar Bahri, yang didampingi Tuha Peut Gampong Dayah Tuha.

Abdul Syakur, Asisten I Setdakab Pidie Jaya yang membidangi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, yang menerima berkas laporan hasil musyawarah masyarakat Gampong Dayah Tuha, mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan warga tersebut.

"Berkas sudah siap dan akurat. Ini akan saya koordinasikan dulu dengan Kabag Pemerintahan untuk untuk segera ditindaklanjuti, " kata Abdul Syakur.

Camat diduga tutup mata 

Lebih lanjut, menurut penuturan Al Bahri, pihaknya pernah menyampaikan persoalan di gampong tersebut pada Camat Meureudu, Jailani.

“Akan tetapi pihak kecamatan tidak merespon positif untuk memperbaiki kisruh yag terjadi di Gampong Dayah Tuha,” sebut Al Bahri.

Di lain pihak, Camat Meureudu, Jailani, yang dikonfirmasi sinarpidie.co, mengatakan hal tersebut tidaklah benar.

"Ada mereka sampaikan, tapi saat kita melakukan Monev. Bukan di kantor camat. Jadi persolan anggran desa bukan ranah camat lagi itu, saya tidak berhak," kata dia.

Secara terpisah, Imum Mukim Kemukiman Beuracan, Teungku Syamsudin, mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat tersebut.

"Kita akan segera berkooardinasi sama camat, kapolsek, dan bupati supaya segera diselesaikan sesuai tuntutan masyarakat," kata Teungku Syamsuddin, Senin 9 September 2019.

Tak berhasil menemui Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas dan Kabag Pemerintahan Setdakab Pidie Muslim Khadri SSTp, warga lantas menyegel kantor keuchik Gampong Dayah Tuha.

Baca juga:

Warga menyegel Kantor Keuchik Gampong Dayah Tuha. (sinarpidie.co/M Rizal).

"Kami akan melepaskan segel ini setelah adanya suatu keputusan atas tuntutan warga yang sudah disampaikan kepada Pemkab Pidie Jaya," kata Al Bahri.

Sementara itu, Keuchik Gampong Dayah Tuha, Fauzi, yang dikonfirmasi sinarpidie.co, mengatakan, dirinya tidak merasa menyalahgunakan wewenang dan jabatan sebagai keuchik gampong setempat. Kata dia, pembangunan rumah sehat fakir miskin  tahun anggaran 2019 sudah disetujui Dinas DPMG Pidie Jaya.

"Hal itu sudah saya sampaikan kepada perwakilan tuha peut. Rumah sehat fakir miskin itu untuk saya, bukan kepada ibu saya lagi, lantaran untuk ibu saya sudah dibangun pada 2017. Secara syarat saya berhak mendapatkan itu. Saya punya anak yang sudah besar, dan secara harta kekakayaan saya juga layak mendapatkan bantuan rumah tersebut," kata Fauzi, Keuchik Dayah Tuha, Senin, 9 September 2019. "Untuk pembangunan kandang sapi pada tahun anggaran 2017 sudah selesai dibangun." []

Komentar

Loading...