Akrobat di Kawasan Peternakan di Gampong Pohroh

·
Akrobat di Kawasan Peternakan di Gampong Pohroh
Sapi berkeliaran di badan jalan di Gle Cot Tikoh, Meureudu. (sinarpidie.co/Firdaus).

CV. Meurah Setia Persada memenangkan dua kegiatan sekaligus di Gampong Pohroh: pemagaran kawasan peternakan dan pengadaan sapi lokal. Pagar dibangun dengan kawat bronjong dan jumlah sapi yang dibagikan hanya 30 ekor dari 50 ekor yang tertera dalam dokumen (Gampong Pohroh).

sinarpidie.co--Pemagaran kawasan peternakan di Gle Cot Tikoh, Gampong Pohroh, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya ditengarai berkalang masalah dan tak berfungsi. Pemagaran lahan sekitar lima hektare itu dilakukan dengan kawat bronjong (berduri). Amatan sinarpidie.co, alih-alih berada dalam kawasan ternak, sapi-sapi berkeliaran di jalan. Pada gapura menuju ke kandang yang terlihat tak terawat justru tertera prasasti dana desa yang menyebutkan pembangunan gapura tersebut dibiayai dana desa Gampong Pohroh tahun anggaran 2016.

Pada tahun anggaran 2016 pula, terdapat kegiatan pemagaran lahan kawasan peternakan (Otsus) yang dimenangkan CV. Meurah Setia Persada dengan nilai kontrak Rp 790.688.000.

“Lahan masih bermasalah, karena pemilik lahan dari Gampong Blang Awe protes karena main pagar saja tanpa dilakukan pembebasan lahan,” kata Ketua Pemuda Gampong Pohroh M Jefri, Senin, 7 Januari 2019. “Tidak masuk akal, pagar seperti itu habiskan dana Rp 800 juta.”

Di samping itu, pengadaan sapi lokal untuk kelompok tani di Gampong Pohroh diduga sarat praktik korupsi.

Pada tahun anggaran 2017, CV. Meurah Setia Persada juga memenangkan pengadaan 50 ekor sapi lokal untuk kelompok tani di Gampong Pohroh dengan nilai kontrak Rp 585.465.000.

“Jumlah sapi betina yang dibagikan 30 ekor. Ada yang sudah dijual,” kata salah seorang penerima bantuan, Khalid M Nur, Senin, 7 Januari 2019 via telepon selular.

“Sapi lokal itu campuran, ada yang tua dan ada yang muda. Taksiran harga Rp 5 juta per ekor,” kata Ketua Pemuda Gampong Pohroh M Jefri.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya Burhanuddin SP mengatakan, kegiatan pemagaran di kawasan peternakan di Gampong Pohroh dilakukan saat dinas yang dipimpinannya dan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya masih satu atap.

“Untuk pagar saya kurang tahu. Untuk sapi, sapi betina 30 ekor,” kata Burhanuddin via telepon selular, Senin, 7 Januari 2019.

Kala sinarpidie.co menunjukkan data di mana semestinya sapi yang dibagikan pada kelompok di Gampong Pohroh berjumlah 50 ekor, Burhanuddin hanya bergeming dan tak merespon.

Keuchik Gampong Pohroh Muhammad Yahya ditengarai dan disebut-sebut dalang semua sengkarut pengadaan sapi dan pengerjaan kegiatan pemagaran tersebut.

sinarpidie.co berkali-kali mencoba menyambangi kediamannya, namun yang bersangkutan tak bisa ditemui. Dihubungi via telepon selular, M Yahya juga tidak menjawab. []

Koreksi: Nilai kontrak pengadaan 50 ekor sapi lokal yang dimenangkan CV. Meurah Setia Persada ialah Rp 421.000.000 bukan Rp 585.465.000.

Reporter: Diky Zulkarnen dan Firdaus

Komentar

Loading...