PDAM Tirta Krueng Meureudu sakit

42,86 Persen Sarana Air Minum di Pidie Jaya tidak Memenuhi Standar

42,86 Persen Sarana Air Minum di Pidie Jaya tidak Memenuhi Standar
Sumber ilustrasi: rimanews.com.

sinarpidie.co—Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan, merilis data pada 2018 di mana 42,86 persen sarana air minum di Pidie Jaya tidak memenuhi standar. Jumlah sarana air minum yang diawasi ialah 538 dari 2734 jumlah seluruh sarana air minum di Pidie Jaya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan 57.14 % sarana air minum di Pidie Jaya memenuhi syarat, sedangkan 42.86 persen sarana air minum tidak memenuhi syarat,” demikian dikutip dari laman resmi Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes.

Sumber data: Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya Said Abdullah SH MKM mengatakan, tingginya angka sarana air minum yang tidak memenuhi syarat, umumnya dikarenakan sumber air minum masyarakat berasal dari sumur yang dekat dengan tabung septic tank, sumber air dari sungai yang kotor, dan sumber air minum yang berasal dari sumur yang tidak dipasangi cincin sumur.

“Kita juga melakukan pengawasan lagi nanti. Untuk pembenahan terhadap sarana sumber air yang tidak memenuhi syarat, agar air minum layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan penyakit bagi warga,” kata dia pada sinarpidie.co, Senin, 28 Januari 2019 via telepon selular.

Saat ini, kata dia, pihaknya memiliki kegiatan pengelolaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

“Program ini sudah dimulai sejak 2016. Karena menurut data pengawasan kualitas air minum (PKAM) di wilayah kita masih banyak yang tidak memenuhi syarat, maka program ini kembali digalakkan di Pijay. Program ini untuk meningkatkan kesadaran warga, agar mereka paham terhadap kualitas air minum yang layak dan resiko mengkonsumsi air minum yang belum layak,” ungkapnya.

Kualitas air minum adalah air minum yang memenuhi syarat secara fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

Pengawasan kualitas air minum diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/MENKES/PER/VI/2010 tentang Tata Laksana dan Pengawasan Kualitas Air Minum di mana pengawasan Internal dilakukan oleh penyelenggara air minum komersial dan pengawasan Eksternal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota. Penyelenggara air minum adalah PDAM, BPAM, PT yang terdaftar di Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi); sarana air minum perpipaan non PDAM, dan sarana air minum bukan jaringan perpipaan komunal.

PDAM Tirta Krueng Meureudu Sakit

Penilaian kinerja penyelenggaraan sistem penyediaan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dilakukan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) menunjukkan pada 2017, PDAM Tirta Krueng Meureudu dikategorikan sebagai PDAM sakit dengan nilai 2.13.

Penilaian kinerja ini terdiri dari aspek keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia. Hasil penilaian tersebut terbagi dalam tiga kategori PDAM, yaitu Sehat, Kurang Sehat dan Sakit. []

Komentar

Loading...