Kios yang Dibangun Disperindagkop Pijay pada 2018 Gunakan Pintu Bekas

·
Kios yang Dibangun Disperindagkop Pijay pada 2018 Gunakan Pintu Bekas
8 kios yang dibangun pada 2018 di Pasar Ulim. 4 kios di antaranya menggunakan pintu bekas. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co--Pembangunan kios permanen 8 pintu dan sarana pendukung di Gampong Keude Ulim, Pidie Jaya, yang dibangun pada tahun 2018 lalu, dari 12 pintu kios, hanya 4 kios yang menggunakan pintu baru. Sementara, sisanya menggunakan pintu bekas.

Pembangunan masing-masing kios dengan ukuran 4 x 4 meter tersebut dimenangkan CV. Afdi Pratama dengan nilai kontrak Rp 548.300.000.

Tender proyek ini diikuti oleh 8 perusahaan, namun hanya CV. Afdi Pratama dan CV. Azka Persada yang memasukkan penawaran harga. Penawaran CV. Azka Persada, yakni Rp 535.600.000, justru sebenarnya lebih rendah dibandingkan penawaran CV. Afdi Pratama senilai Rp 548.300.000.

Amatan sinarpidie.co, plafon dan lantai kios tersebut tidak terpasang dengan rapi. Di samping itu, dinding-dinding kios mengalami keretakan dan bergelombang di sejumlah bagian.

"Yang dibangun kios, kanopi, saluran, dan plat saluran," kata Sekretaris Disperindagkop Pidie Jaya, Muslim, yang juga sebelumnya menjabat sebagai Kabid Perdagangan Disperindagkop Pidie Jaya, Jumat, 23 Agustus 2019 di Meureudu.

Muslim semula menyebutkan bahwa penggunaan pintu bekas pada kios tersebut merupakan fitnah dan tidak benar.

Namun belakangan ia membenarkan hal itu. Kata dia, penggunaan pintu bekas hanya pada 3 kios dan hal tersebut dilakukan karena masukan dari konsultan perencana untuk menghemat anggaran.

"Cuma tiga pintu saja yang pakai pintu bekas. Walaupun judulnya pembangunan karena uang sedikit," kata Muslim.

Diduga penggunaan pintu bekas tersebut tidak melalui proses penilaian dari tim penilai aset.

CV. Afdi Pratama pada tahun yang sama di pasar yang sama, yakni Pasar Ulim, juga memenangkan proyek rehabilitasi pasar Ulim dan sarana pendukung dengan nilai kontrak Rp 499.200.000. []

 

Komentar

Loading...