345 Hektare Lahan Bendungan Rukoh Masuk Kawasan Hutan

·
345 Hektare Lahan Bendungan Rukoh Masuk Kawasan Hutan
Pembangunan jalan inspeksi Bendungan Rukoh, Pidie. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—345,08 hektare dari total 858 hektare lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Rukoh, Pidie, masuk ke dalam kawasan Hutan Produksi (HP) Tetap. Hal tersebut dikatakan PPK Perencanaan Bendungan pada Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, Nizamuddin, pada sinarpidie.co, Rabu, 14 Agustus 2019.

“Dan kita sudah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH-red) dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” kata dia.

Kepala Bidang Planologi Kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Aceh, Win Rima Putra S Hut, mengatakan, pihaknya tak mengantongi dokumen IPPKH untuk proyek bendungan tersebut.

“Karena langsung ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” kata dia, via telepon selular, Kamis, 15 Agustus 2019.

Bendungan Rukoh merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Terdapat dua paket pekerjaan pada bendungan tersebut, yakni Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket I (MYC) yang dimenangkan PT. Nindya Karya (Persero) Wilayah I dengan nilai kontrak Rp 377.258.611.000 dan Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket II (MYC) yang dimenangkan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp  1.129.147.661.000.

Kebutuhan pengadaan tanah pembangunan Bendungan Rukoh seluas 858 hektare. Tahun ini ditargetkan dilakukan pembebasan lahan seluas 787,12 hektare dan yang sudah dilakukan pembebasan sejak tahun 2015 seluas 71,73 hektare.

Bendungan Rukoh ini ditargetkan akan beroperasi pada 2023. Bendungan ini diproyeksikan dapat mengairi sawah seluas 18.280 hektare. []

 

 

Komentar

Loading...