2.516 Penderita Gangguan Jiwa di Pidie Belum Bisa Akses Pelayanan pada Gedung Rawat Jiwa RSUD Tgk Chik Ditiro

·
2.516 Penderita Gangguan Jiwa di Pidie Belum Bisa Akses Pelayanan pada Gedung Rawat Jiwa RSUD Tgk Chik Ditiro
Gedung Rawat Jiwa RSUD Tgk Chik Di Tiro. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—  Meski telah rampung dibangun, Gedung Rawat Jiwa RSUD Tgk Chik Di Tiro hingga kini belum beroperasi. Gedung tersebut terletak di belakang RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Pembangunan gedung tersebut semula dikerjakan pada 2017 lalu oleh CV. Batampersero dengan nilai kontrak Rp  2.297.489.000. Satuan kerjanya: RSUD Tgk. Chik Di Tiro Sigli. Kemudian, bersumber dari Otsus 2018, dengan satuan kerja Dinas Kesehatan Aceh, dilakukan lanjutan pembangunan oleh  PT. Karya Usaha Mandiri Utama dengan nilai kontrak Rp 2.360.893.000.

Di depan gedung tersebut banyak ditemui semak belukar. Amatan sinarpidie.co Rabu, 11 September 2019, pada dinding gedung, mesin mesin AC sudah terpasang, aliran listrik juga sudah ada, tetapi belum ada fasilitas apapun di dalamnya seperti mobiler kantor, ranjang pasien dan peralatan lainnya.

Plt Rumah Sakit Umum Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Rachmad Dermawan Sp THT-KL saat dikonfirmasi sinarpidie.co Rabu, 11 September 2019 mengatakan pihaknya akan mengoperasikan gedung tersebut setelah pergelaran MTQ Provinsi Aceh ke-34 pada 20 September hingga 28 September yang berlangsung di Pidie selesai.

“Peralatan memang belum dibawa ke gedung baru, tinggal dipindah saja. Rencanaya, setelah MTQ selesai digelar baru dilakukan pemidahan peralatan ke gedung tersebut dan dilakukan peusijuek serta peresmian nantinya,” kata dr Rachmat Dermawan.

2.507 penderita gangguan jiwa

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Efendi SSos MKes mengatakan, jumlah penderita gangguan jiwa di Pidie pada tahun 2019 sebanyak 2.516 penderita, sedangkan pada tahun sebelumnya penderita gangguan jiwa di Pidie tercatat sebanyak 2.507 penderita. Dari total jumlah penderita gangguan jiwa tersebut, sebanyak 1.263 di antaranya sudah mandiri atau sudah mulai melakukan aktivitas dan sudah berbaur kembali di dalam masyarakat.

“Jumlah penderita gangguan jiwa di Pidie tahun 2019 meningkat sebanyak 9 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penderita gangguan jiwa tersebut didominasi oleh pengaruh penggunaan narkoba dan kondisi sosial ekonomi keluarga,” kata Efendi pada sinarpidie.co, Kamis, 12 September 2019.

Dari 2.516 penderita gangguan jiwa tersebut, kata Efendi, sebanyak 50 di antaranya dalam penanganan di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli: rawat jalan sebanyak 28 orang dan rawat inap sebanyak 14 orang. Selebihnya, kata dia, ditangani oleh petugas Puskesmas Kecamatan.

“Masih tercatat sebanyak 5 orang penderita gangguan jiwa yang masih dalam pasungan keluarga. Sesekali petugas puskesmas melakukan pengecekan ke rumah pasien yang dipasung tersebut,” kata Efendi.

Lima pasien yang dipasung tersebut, kata Efendi lagi, berasal dari Kecamatan Batee 2 orang, Grong-Grong 2 orang, dan Sakti 1 orang.

“Sebenarnya tidak boleh pasien gangguan jiwa itu dipasung, namun menurut keluarga supaya tidak hilang di jalan dan pertimbangan-pertimbangan lain maka dilakukan pamasungan,” kata Efendi.

Butuh ruang aktivitas kelompok

Tenaga Spesialis Jiwa di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Khairiadi SpKJ mengatakan, dalam hal penyembuhan pasien ganguan jiwa sangat dibutuhkan fasilitas yang berhubungan dengan fasilitas keseharian pasien, semisal butuh ruang aktivitas kelompok yang tujuannya sebagai tempat mengasah keterampilan pasien.

“Pasien yang berobat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli per bulan, rata-rata 1.200 hingga 1.300 orang, baik pasien lama maupun pasien baru. Untuk penyembuhan secara sosial atau sembuh secara fungsional dibutuhkan dukungan lintas sektor, terutama keluarga dan pihak pemerintah dalam hal pelaksanaan kesehatan jiwa,” kata Khairiadi, Kamis, 12 September 2019. []

Komentar

Loading...