731 Nelayan di Pidie Terdaftar dalam Premi Asuransi Nelayan

·
731 Nelayan di Pidie Terdaftar dalam Premi Asuransi Nelayan
Sumber ilustrasi: min.co.id.

sinarpidie.co—Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Ir Tarmizi melalui Kepala Bidang Kelautan pada DKP Pidie Azhari SPi mengatakan, pada tahun 2018 dan 2019 sebanyak 731 nelayan di Pidie terdaftar dalam Bantuan Presmi Asuransi Nelayan (BPAN), dari 1.500 nelayan yang diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Jumlah yang kita kirim ke kementerian sebanyak 1.500 nelayan, namun, setelah dilakukan verifikasi di kementerian, hanya 731 orang yang memenuhi syarat,” kata Azhari, Rabu, 10 Juli 2019 pada sinarpidie.co. 

Pada 2017, jumlah nelayan di Pidie yang mengklaim asuransi sebanyak tujuh orang: satu sakit dan enam meninggal dunia.

Pada tahun 2018, terdapat sepuluh nelayan yang melakukan klaim asuransi tersebut, sembilan nelayan meninggal dunia dan satu nelayan mengalami cacat fisik.

“Untuk yang meninggal menerima Rp 160 juta dan yang sakit menerima Rp 20 juta. Dan penerima klaim asuransi pada tahun 2019 baru satu orang karena meninggal dunia,” kata dia lagi.

Dikatakannya lagi, syarat melakukan klaim asuransi tersebut, korban atau keluarga korban melaporkan kecelakaan kepada DKP Pidie dan melampirkan sejumlah dokumen administrasi.

Baca juga:

“Korban mempersiapkan dokumen administrasi seperti surat keterangan dari keuchik, surat keterangan kecelakaan dari Airud, berita acara kejadian yang ditandatangani oleh Kadis DKP, surat keterangan dari rumah sakit, KTP korban dan KTP ahli waris, dan fotokopi buku rekening bank,” kata dia menjelaskan.

Pemerintah telah merealisasikan program asuransi bagi nelayan di Indonesia sebagaimana amanah UU Perlindungan Nelayan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016. Nilai manfaat per nelayan berupa santunan kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta (apabila meninggal dunia), jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta (apabila meninggal dunia), Rp 100 juta (apabila menyebabkan cacat tetap), dan Rp 20 juta (untuk biaya pengobatan).

Premi asuransi nelayan ini ditanggung pemerintah pusat pada tahun pertama pada 2017 lalu. Sementara, pada tahun kedua dan seterusnya dibebankan kepada nelayan dengan 175 ribu per tahun.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Ir Tarmizi, mengatakan, dalam dua tahun terakhir terdapat sekitar 5000-an nelayan di Pidie. []

Komentar

Loading...