1.461 Anak Pidie Stunting

·
1.461 Anak Pidie Stunting
Faridah, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat pada Dinas Kesehatan Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Angka kasus stunting, anak bertubuh pendek karena kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, di Pidie pada 2018 sebanyak 1.461 kasus dan kasus wasting (bayi kurus) 522 kasus. Data tersebut merupakan data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan Aceh.

Faridah, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat pada Dinas Kesehatan Pidie, mengatakan, ada lima kecamatan yang menjadi lokasi kasus (Lokus) stunting di Pidie, yaitu Kecamatan Kembang Tanjong, Tangse, Mutiara Timur, Simpang Tiga, dan Tiro.

“Gampong Ara, Kembang Tanjong; Ulee Gunong, Kecamatan Tangse; Mesjid Usi, Campli Usi, dan Balee Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur; Gampong Nien dan Tengoh Mangki, Kecamatan Simpang Tiga. Di Kecamatan Tiro, Gampong Peunadok, Meunasah Panah, dan Panton Beunot,” kata Faridah, Selasa, 15 Januari 2019 di Sigli.

“Kegiatan rutin kita setiap bulan, yaitu kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan, balita yang ditimbang berat badannya setiap bulan, bayi kurang enam bulan yang mendapat ASI ekslusif, rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium, balita 6-10 bulan mendapat kapsul vitamin A, ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah, balita kurus yang mendapat makanan tambahan dan lain-lain. Ada 18 upaya yang kita lakukan di Posyandu, Puskesmas, dan di gampong,” katanya lagi. 

Disebutkan Faridah, penyebab stunting karena tingginya remaja anemia. Kata dia, remaja yang menderita anemia yang kemudian menikah otomatis akan membawa dua masalah pada saat mereka hamil, yaitu ibu anemia dan janin yang terhambat perkembangannya karena sang ibu mengalami kekurangan gizi.

“Lahirlah bayi dengan berat badan yang rendah. Apalagi begitu lahir, si bayi tidak mendapatkan ASI. Kemudian berentetan terus. Dari gizi kurang menjadi gizi buruk. Dari gizi buruk, perkembangan otaknya mengecil dan tidak maksimal, sehingga pertumbuhan si bayi tidak bagus. Stunting. Masalah pertama ada di ibu. Kemudian, pengetahuan si ibu,” kata Faridah.  “Jadi, kita punya kelas ibu hamil di posyandu-posyandu. Penyuluhan dan sharing.” []

Komentar

Loading...